Vietnam mulai lakukan tes covid-19 kembali setelah ditemukan kasus baru. Foto: AFP
Vietnam mulai lakukan tes covid-19 kembali setelah ditemukan kasus baru. Foto: AFP

Kasus Covid-19 Muncul lagi, Vietnam Wajibkan Warga Periksa Diri

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 30 Juli 2020 19:07
Hanoi: Kementerian Kesehatan Vietnam pada Kamis 30 Juli 2020 melaporkan sembilan kasus baru virus korona. Kasus itu ditularkan secara lokal terkait dengan wabah Danang, menjadikan total infeksi menjadi 42 sejak virus muncul kembali pada akhir pekan.
 
“Dari sembilan kasus baru, delapan orang dari Danang dan satu dari ibu Kota Hanoi. Gelombang virus baru telah menyebar ke enam kota dan provinsi Vietnam dalam enam hari,” kata Kementerian Kesehatan Vietnam, seperti dikutip AFP, Kamis 30 Juli 2020.
 
“Vietnam telah mencatat total 459 kasus, tanpa kematian. Untuk saat ini, lebih dari 81.000 orang di Vietnam saat ini menjalani karantina, naik dari 12.000 orang pada Senin,” imbuh pihak kementerian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Kota Hanoi pada Kamis mengatakan, akan melakukan tes massal untuk 21.000 orang yang baru saja kembali dari pusat kota Danang. Mereka tidak ingin pandemi ini meluas karena pihak berwenang berupaya untuk menahan wabah domestik pertama sejak April.
 
Adapun tes massal akan berlangsung dari Kamis hingga Sabtu, menggunakan alat uji cepat. Pemerintah Vietnam mengatakan, kepada puluhan ribu orang yang mengunjungi pusat kota untuk melaporkan ke pusat-pusat pengendalian penyakit pada Kamis.
 
Kementerian kesehatan mengirim pesan teks ke semua pengguna telepon seluler di antara 95 juta warga di negara itu. Kementerian juga mendesak siapa pun yang mengunjungi Danang mulai 1 Juli untuk memeriksakan diri.
 
Dengan lebih dari 95 juta orang, Vietnam adalah negara terpadat di dunia yang tidak mencatat kematian akibat virus tersebut. Sampai sekarang tidak ada infeksi yang ditularkan secara lokal telah dilaporkan selama berbulan-bulan.
 
Kasus baru di Danang muncul saat puluhan ribu wisatawan domestik sedang berlibur berkat potongan harga penawaran perjalanan.
 
Respons terhadap wabah Danang ini sejalan dengan program karantina terpusat dan sistem pelacakan kontak yang agresif. Hal ini yang membuat Vietnam dipuji karena menjaga jumlah virus korona menjadi hanya beberapa ratus kasus, tanpa kematian.
 
Hanoi pada Rabu memerintahkan bar dan pub untuk tutup dan melarang pertemuan besar, setelah mendaftarkan kasus covid-19 pertamanya pada hari Rabu terkait dengan wabah Danang.
 
"Kita harus bertindak sekarang dan bertindak cepat. Semua pertemuan besar akan dilarang sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata kepala pemerintahan kota Hanoi, Nguyen Duc Chung, dalam sebuah pernyataan di situs web kota itu.
 
"Lebih dari 21.000 orang yang kembali ke Hanoi dari Danang akan diawasi secara ketat dan akan menjalani pengujian cepat," tegasnya.
 
"Kita harus menggunakan kekuatan penuh untuk menguji semua 21.063 yang kembali. Semua harus dilakukan dalam tiga hari," ucap Nguyen.
 
Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc mengatakan kepada daerah-daerah wisata untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberlakukan penguncian yang ketat di Danang. Sementara jadwal penerbangan dihentikan selama 15 hari.
 
Gelombang saat ini ditelusuri ke Danang, tetapi sumbernya tidak jelas. Kementerian kesehatan mengatakan satu kasus, seorang warga Amerika Serikat, telah melaporkan gejala pada 26 Juni.
 

(FJR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif