Jokowi tegaskan Indonesia tidak bisa beri bantuan senjata ke Ukraina karena amanat konstitusi. Foto: Biro Pers Setpres
Jokowi tegaskan Indonesia tidak bisa beri bantuan senjata ke Ukraina karena amanat konstitusi. Foto: Biro Pers Setpres

Jokowi Tolak Permintaan Bantuan Senjata dari Ukraina, Apa Sebabnya?

Internasional Jokowi presiden joko widodo Volodymyr Zelensky Presidensi G20 Perang Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 29 April 2022 17:52
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan komunikasi telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu 27 April 2022. Dalam komunikasi itu Zelensky meminta bantuan senjata dari Indonesia, tetapi Jokowi menolak.
 
“Dalam pembicaraan, dalam perbincangan telepon dengan Presiden Ukraina, saya memperoleh update mengenai perkembangan situasi saat ini di Ukraina. Dalam pembicaraan itu dibahas juga mengenai berbagai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia,” ujar Presiden Jokowi dalam pernyataan pers virtual pada Jumat 29 April 2022.
 
“Saya menegaskan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia, melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain. Namun, saya menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan,” tegas Presiden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu Presiden menyampaikan mengenai harapan agar perang dapat segera dihentikan dan solusi damai melalui perundingan dapat di kedepankan.
 
Baca: Zelensky Mengaku Telah Diundang Jokowi ke KTT G20.
 
Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku telah diundang Presiden Joko Widodo untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali pada November tahun ini. Pernyataannya disampaikan melalui akun Twitter resminya pada Rabu, 27 April 2022.
 
"Baru saja berbicara dengan Presiden Jokowi. Terima kasih atas dukungan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah (Ukraina), terutama mengenai posisi yang jelas di PBB," tulis Zelensky.
 
"Isu ketahanan pangan turut dibahas. Saya juga mengapresiasi undangan ke KTT G20," ungkapnya.
 
Ia tidak menyebutkan secara detail apakah undangan ini bersifat kehadiran fisik atau daring.
 
Presiden juga telah menegaskan kembali bahwa dirinya juga melakukan perbincangan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis 28 April 2022. Jokowi mengundang Putin ke KTT G20 dan pemimpin Rusia itu menyatakan kesiapan untuk hadir.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif