WHO belum menerima penerapan paspor vaksin. Foto: AFP
WHO belum menerima penerapan paspor vaksin. Foto: AFP

WHO Tolak Penerapan Paspor Vaksin untuk Saat Ini

Internasional WHO pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin untuk Indonesia
Fajar Nugraha • 08 April 2021 16:05
Kuala Lumpur: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menentang penggunaan paspor vaksin covid-19 untuk saat ini. Menurut WHO, hal itu dapat memperburuk akses yang tidak setara ke vaksin di banyak negara.
 
Berbicara pada konferensi pers virtual bersamaan dengan Hari Kesehatan Dunia, direktur Darurat Regional untuk Wilayah Pasifik Barat (WPR) WHO, Dr Babatunde Olowokure mengatakan, meskipun mereka memahami pentingnya perjalanan internasional untuk pemulihan ekonomi negara, pasokan vaksin global saat ini terlalu terbatas untuk memperkenalkan paspor vaksin.
 
“Saat ini, WHO menyatakan bahwa otoritas nasional dan otoritas perjalanan tidak boleh memperkenalkan bukti vaksinasi covid-19 untuk perjalanan internasional sebagai syarat untuk berangkat atau memasuki (suatu negara). Pasokan global yang terbatas adalah faktor. Vaksinasi preferensial untuk pelancong dapat menyebabkan lebih sedikit vaksin bagi mereka yang dianggap berisiko,” ucap Olowokure, seperti dikutip Malay Mail, Kamis 8 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dr Olowokure mengatakan, kurangnya data tentang apakah vaksin dapat mencegah infeksi dan penularan virus korona juga menjadi poin lain terhadap paspor vaksin.
 
Dia juga memperingatkan terhadap "optimisme vaksin”. Dia mengatakan bahwa tindakan kesehatan masyarakat saat ini seperti memakai masker wajah dan mempraktikkan kebersihan tangan harus tetap dilanjutkan meskipun sudah ada vaksinasi.
 
Negara-negara, termasuk Malaysia telah mempertimbangkan perlunya bukti vaksinasi untuk pelancong dan rumah sakit swasta di Malaysia. Gagasan menunjukkan paspor vaksin akan membantu pemulihan industri pariwisata medis di Negeri Jiran.
 
WHO-WPR juga mengumumkan rencana untuk membentuk jaringan pengawasan genom regional dengan negara-negara anggota Singapura, Jepang dan Australia untuk menyediakan sekuensing genom virus bagi negara-negara yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya.
 
Direktur regional untuk WHO-WPR, Dr Takeshi Kasai mengatakan, hal itu akan membantu mereka melacak varian baru covid-19, serta penyakit baru yang muncul.
 
“Ini akan menjadi infrastruktur yang sangat penting untuk pandemi berikutnya,” katanya.
 
WHO juga merekomendasikan negara-negara untuk terus menggunakan vaksin AstraZeneca-Oxford, dengan mengatakan penelitian telah menunjukkan vaksin tersebut tidak menyebabkan kematian akibat pembekuan darah.
 
Sementara itu, koordinator Obat Esensial dan Teknologi Kesehatan untuk WHO-WPR, Dr Socorro Escalante mengatakan tingkat yang diamati dalam populasi yang divaksinasi lebih rendah, karena itu akan terjadi secara alami pada populasi umum.
 
Inggris melaporkan tujuh kematian dari 30 orang yang mengalami pembekuan darah setelah menerima suntikan vaksin AstraZeneca-Oxford. Pada 6 April, lebih dari 18 juta telah menerima vaksin di sana.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif