Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengklaim memiliki dukungan bentuk pemerintahan baru. Foto: AFP
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengklaim memiliki dukungan bentuk pemerintahan baru. Foto: AFP

UMNO Tolak Dukung Anwar Ibrahim Bentuk Pemerintahan Baru Malaysia

Internasional anwar ibrahim politik malaysia Sultan Abdulllah Shah Muhyiddin Yasin
Fajar Nugraha • 27 Oktober 2020 12:26
Kuala Lumpur: Partai United Malays National Organisation (UMNO) akan mempertahankan dukungannya untuk pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Hal ini diutarakan pada Selasa pagi 27 Oktober, setelah rapat dewan tertinggi pada Senin malam.
 
Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi mengatakan bahwa dewan setuju partainya tidak akan bekerja sama dengan Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan Partai Aksi Demokratik (DAP) sebagai oposisi. Sebelumnya Anwar Ibrahim mengklaim memiliki dukungan untuk membentuk pemerintahan baru menggantikan PM Muhyiddin.
 
“Anggota parlemen UMNO akan terus mendukung pemerintah Perikatan Nasional (PN),” kata Zahid dalam keterangannya, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa 27 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“UMNO mendesak agar prinsip kerja sama ditingkatkan, yang harus berkisar pada penghormatan dan konsensus politik,” tambahnya.
 
Baca: Oposisi Desak PM Malaysia Mundur usai Raja Tolak Status Darurat.
 
UMNO menyerukan prakarsa rekonsiliasi nasional atau agenda perdamaian segera dilaksanakan. Zahid juga meminta pemerintah mengambil pendekatan yang lebih inklusif dengan melihat perbedaan ideologis partai di masa lalu untuk menangani pandemi covid-19 dan dampak negatif ekonomi yang diderita warga Malaysia.
 
Rapat dewan tertinggi diadakan untuk memutuskan apakah partai tersebut akan terus mendukung perdana menteri, setelah upaya terakhir yang gagal untuk mengumumkan keadaan darurat. UMNO adalah partai terbesar di blok penguasa Perikatan Nasional (PN) saat ini dan memegang 39 dari 222 kursi di parlemen.
 
Sebelumnya pada Senin, anggota parlemen Barisan Nasional (BN) bertemu di Putra World Trade Center untuk membahas perkembangan politik negara.
 
Mantan perdana menteri Najib Razak mengatakan berbagai anggota parlemen BN memberikan pandangan dan pendapat mereka tentang sikap koalisi dalam pemerintahan Perikatan Nasional (PN), dan arah yang harus diputuskan oleh UMNO.
 
“Bagaimanapun, UMNO tidak bisa putus. Itu harus bertindak sebagai satu blok. Ini adalah opini yang dimiliki oleh semua anggota,” ujar Najib.
 
Wakil Presiden UMNO Hishamuddin Hussein, juga Bendahara Umum BN, pernah mengatakan: “Apapun keputusan yang kita buat, itu harus atas dasar apa yang baik untuk rakyat (rakyat) dan negara.”
 
Baca: PM Malaysia Disebut Tengah Pertimbangkan Perombakan Kabinet.
 
Pemerintahan Muhyiddin tampaknya semakin digoyang, dengan UMNO sebelumnya memperjuangkan redistribusi posisi pemerintah yang lebih disukai untuk anggota parlemen partai.
 
Pekan lalu, Muhyiddin telah meminta Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah untuk menyatakan keadaan darurat di tengah krisis covid-19 dan ketidakstabilan politik, yang akan membuat kursi parlemen yang akan datang ditangguhkan. Ini ditolak oleh raja setelah dia berkonsultasi dengan Dewan Penguasa Melayu pada Minggu.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif