Mantan Menlu Marty Natalegawa. (YouTube/CSIS)
Mantan Menlu Marty Natalegawa. (YouTube/CSIS)

Indonesia Harus Punya Ide Segar dalam Atasi Pandemi Covid-19

Internasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19
Marcheilla Ariesta • 14 November 2020 08:04
Jakarta: Di tengah pandemi virus korona (covid-19) yang melanda dunia, Indonesia merupakan negara yang diharapkan memiliki ide segar untuk mengatasi pandemi. Hal ini disampaikan mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.
 
Dalam diskusi bersama Fakultas Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Marty menegaskan berdasarkan tradisi politik luar negeri, Indonesia tampil dengan ide baru yang mempersatukan dunia.
 
Ia menyamakannya dengan saat Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika pada 1955 silam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat itu kita masih negara baru, baru 10 tahun berdiri dan di tengah tuntutan kesibukan semua itu, melalui Konferensi Asia Afrika, Indonesia tampil dengan ide mengembangkan konsep sehingga jadi cara pendekatan Gerakan Non-Blok," kata Marty, Jumat, 13 November 2020.
 
"Itu menunjukkan politik luar negeri kita secara tradisional selalu hadir di saat besar, di mana perlu big ideas yang sifatnya menggugah, mengubah," imbuhnya.
 
Ia menuturkan saat ini, adalah saat yang tepat untuk itu. Para pemikir Indonesia, kata Marty, harus hadir untuk memberikan visi baru menyikapi situasi saat ini.
 
"Kami saat ini melihat adanya perubahan tentang nature of power and influence. Apa yang membuat sebuah negara berpengaruh, punya kekuatan, dan mampu mengubah situasi," tegasnya.
 
Baca:Jokowi: Covid-19 Tantangan Bagi Indonesia di Era Sekarang
 
Ia melihat di tengah pandemi covid-19, bukannya prinsip multilateralisme yang diutamakan, namun malah unilateralisme. Menurut Marty, sikap egois yang ingin mementingkan negara sendiri seperti itu sangat tidak membantu dalam menyelesaikan pandemi.
 
Tidak adanya semangat multilateralisme di negara-negara besar, seperti Amerika Serikat, diperparah 'perang' dengan Tiongkok. Marty melihat covid-19 malah menjadi jurang pemisah yang semakin lebar antara kedua negara adidaya itu.
 
"Mereka malah jadi negara yang saling menuduh, saling berlomba menunjukkan mereka hebat. Padahal, covid-19 ini memberi dampak hebat terhadap ekonomi, geopolitik, multilateralisme dan tata kelola pemerintahan yang baik," serunya.
 
Menurut Marty, covid-19 juga memperlihatkan negara yang mampu merespons pandemi dengan mengedepankan sains. Meski demikian, ia mendukung ide Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang terus menegaskan multilateralisme.
 
Ia berharap pandemi akan segera berakhir, dengan persatuan dunia yang dijunjung tinggi.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif