Rumah di mana WNI bunuh majikannya di Singapura. Foto: Mediacorp
Rumah di mana WNI bunuh majikannya di Singapura. Foto: Mediacorp

Tikam Majikan 100 Kali, WNI Diadili di Singapura

Internasional wni singapura
Fajar Nugraha • 08 Oktober 2020 15:17
Singapura: Seorang asisten rumah tangga (ART) warga negara Indonesia (WNI) diadili karena membunuh majikannya dengan menikam korban. Diketahui hampir 100 luka pisau ditemukan di tubuh majikannya tersebut.
 
Pada pengadilan Kamis 8 Oktober 2020, Daryati mengatakan dia tidak berniat membunuh Seow Kim Choo yang berusia 59 tahun. Pada awalnya perempuan berusia 28 tahun itu hanya ingin mengancamnya, menyayat wajahnya sampai Daryati bisa mendapatkan kunci brankas di mana paspornya disimpan.
 
Dia dituduh membunuh majikannya dengan menikam dan menyayat wajah, kulit kepala, dan lehernya beberapa kali pada malam 7 Juni 2016. Tuduhan kedua mencoba membunuh suami Seow yakni, Ong Thiam Soon. Suami korban membobol toilet ketika dia mendengar keributan antara Daryati dan majikannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Daryati awalnya dihukum atas tuduhan pembunuhan, tetapi kemudian hukuman itu dikesampingkan setelah dia memilih untuk mengejar pembelaan atas tanggung jawab yang berkurang, dan kasus tersebut kembali ke pengadilan.
 
Untuk pembelaan atas tanggung jawab yang berkurang diakui oleh pengadilan, terdakwa harus memberikan bukti menderita kelainan mental tertentu yang secara substansial mengganggu tanggung jawab mentalnya yang bisa menyebabkan kematian.
 
Dia mengambil sikap pada Kamis dan diinterogasi oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum Wong Kok Weng. Namun Wong mengatakan bahwa dia memiliki pengetahuan dan kendali penuh atas tindakannya saat menikam Seow.
 
Menanggapi melalui penerjemah, Daryati berkali-kali menegaskan bahwa dia tidak berniat membunuh majikannya di rumah Telok Kurau empat tahun lalu.
 
“Saya dalam ‘keadaan sangat marah’ dan tidak bisa mengendalikan tangannya,” ujar Daryati di hadapan pengadilan, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis 8 Oktober 2020.
 
“Saya hanya ingin mengambil paspor, yang berada di brankas terkunci yang hanya dimiliki oleh Seow dan Ong, dan kembali ke rumah,” imbuhnya.
 
Diketahui, Daryati telah bekerja untuk keluarga selama sekitar dua bulan saat itu. Namun, jaksa penuntut menunjukkan bahwa Daryati telah mengatakan dalam pernyataan polisi bahwa dia akan membunuh Seow jika dia tidak mengembalikan paspornya.
 
Daryati sempat mengaku kepada jaksa bahwa dia menargetkan Seow daripada Ong karena akan lebih mudah untuk mengalahkannya.
 
Kepada pengadilan Daryati mengaku rindu kekasihnya di Hong Kong, dan mengatakan dia tidak pernah ingin datang ke Singapura untuk bekerja. Namun karena desakan kondisi orangtua. Daryati mengatakan majikannya telah memperlakukannya dengan baik, tetapi menyatakan bahwa Seow tidak mengizinkannya kembali ke Indonesia.
 
Dia memberi tahu pembantu lain yang bekerja untuk rumah tangga tentang rencananya untuk mencuri uang dari keluarga dan kembali ke Indonesia, tetapi tidak memberi tahu dia kapan dia akan melakukannya. Dia juga tidak memberi tahu maksudnya untuk mengancam Seow dengan pisau.
 
Sebelum penyerangan, Daryati menyembunyikan senjata di sekitar rumah Antara lain pisau di lemari pakaian, palu di samping meja belajar, dan pisau pendek di keranjang di bawah wastafel kamar tidur utama.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif