Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat berada di Istana Malacanang di Manila pada 19 November 2019. (TED ALJIBE / AFP)
Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat berada di Istana Malacanang di Manila pada 19 November 2019. (TED ALJIBE / AFP)

Duterte Tolak Bekerja Sama dengan ICC atas Penyelidikan Perang Narkoba

Internasional narkoba narkotika internasional filipina Rodrigo Duterte
Marcheilla Ariesta • 15 Juni 2021 17:04
Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte menolak bekerja sama dengan penyelidikan 'perang narkoba' di negaranya. Penyelidikan rencananya akan dilakukan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
 
Kelompok hak asasi dan kritikus perang narkoba ala Duterte menyambut baik langkah ICC. Mereka mengatakan, penyelidikan skala penuh akan mendatangkan keadilan kepada ribuan orang yang tewas dalam kebijakan kontroversial Duterte.
 
"Kami tidak akan bekerja sama karena kami bukan lagi anggota," kata Harry Roque, juru bicara kepresidenan Filipina dalam konferensi pers, dilansir dari Global News, Selasa, 15 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Duterte membatalkan keanggotaan Filipina dalam ICC pada Maret 2018.
 
"Kami tidak membutuhkan orang asing untuk menyelidiki pembunuhan dalam perang narkoba, karena sistem hukum bekerja dengan baik di Filipina," imbuh Roque. Ia menilai penyelidikan formal ini cenderung bermotif politik.
 
Seorang jaksa ICC meminta pemberian otorisasi untuk membuka penyelidikan penuh atas perang narkoba ala Duterte, dengan mengatakan kejahatan terhadap kemanusiaan mungkin telah terjadi selama berlangsungnya kebijakan tersebut.
 
"Langkah hukum akan segera menjerat Duterte dan para kaki tangannya," kata mantan senator oposisi Filipina, Antonio Trillanes.
 
Sejak Duterte menjabat pada 2016 hingga akhir April tahun ini, polisi telah membunuh lebih dari 6.100 tersangka pengedar narkoba dalam berbagai operasi penggerebekan dan penangkapan, menurut data resmi pemerintah.
 
Sejumlah kelompok hak asasi manusia menuduh polisi Filipina telah banyak mengeksekusi tersangka di jalanan. Namun pihak berwenang Filipina mengatakan, mereka semua tewas karena melawan polisi dengan menggunakan aksi kekerasan.
 
Baca: Penggerebekan Narkoba di Filipina Tewaskan 13 Orang
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif