Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. (AFP)
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. (AFP)

Anwar Ibrahim Klaim Dapat Segera Depak PM Malaysia

Internasional anwar ibrahim politik malaysia mahathir mohamad Muhyiddin Yasin
Willy Haryono • 23 September 2020 12:46
Kuala Lumpur: Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengaku memiliki cukup dukungan dari parlemen untuk mendepak Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dan membentuk pemerintahan baru. Pernyataan ini merupakan lanjutan dari dunia perpolitikan Malaysia yang dipenuhi intrik.
 
Dalam sebuah konferensi pers pada Rabu 23 September 2020, Anwar mengaku telah didekati "sejumlah anggota parlemen dari berbagai partai" untuk mencoba mengambil alih pemerintahan. Ia mengklaim para anggota parlemen itu tidak puas terhadap kepemimpinan Muhyiddin.
 
Meski menekankan dirinya memiliki "dukungan meyakinkan" dari parlemen Malaysia dengan total anggota 222, Anwar tidak menyebutkan angka spesifik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Merespons konferensi pers Anwar, dilansir dari SCMP, salah satu menteri kabinet Muhyiddin, Khairy Jamaluddin, mengunggah foto rapat kabinet pada Rabu ini. "Rapat kabinet baru saja selesai. Tidak ada keruntuhan atau apapun," tulisnya saat mengunggah foto itu ke Twitter.
 
Anwar, pemimpin aliansi tiga partai Pakatan Harapan, berharap dapat bertemu Raja Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah dalam waktu dekat untuk membuktikan dirinya memiliki dukungan mayoritas parlemen. Ia mengaku sempat diizinkan bertemu raja pada Selasa kemarin, namun pada akhirnya ditunda.
 
Raja Malaysia dibawa ke Institut Jantung Nasional pada Selasa kemarin usai mengeluh tidak enak badan.
 
Menurut Anwar, koalisi baru yang dipimpinnya nanti akan terdiri dari "mayoritas kuat dan meyakinkan."
 
"Saya tidak berbicara mengenai empat, lima, atau enam. Lebih banyak dari itu," tutur Anwar. Ia menyebut jumlah anggota parlemen yang mendukungnya "mendekati" satu per tiga dari total 222 orang.
 
Ia menambahkan, detail mengenai klaimnya ini akan disampaikan usai dirinya bertemu raja.
 
Maret lalu, pemerintahan Pakatan Harapan yang menang dalam pemilihan umum 2018 terdepak dari kekuasaan oleh 'kudeta poliik' Muhyiddin. Muhyiddin adalah mantan sekutu Anwar dan Mahathir Mohamad.
 
Anwar sudah berada di dunia politik sejak 1982, dan pernah menjadi wakil PM Malaysia sebelum akhirnya dipecat Mahathir pada 1998. Setelah itu, Anwar dipenjara atas tuduhan sodomi dan korupsi. Anwar berkukuh tuduhan tersebut merupakan permainan politik.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif