Pedemo Thailand dituntut karena dianggap hina Raja Maha Vajiralongkorn. Foto: AFP
Pedemo Thailand dituntut karena dianggap hina Raja Maha Vajiralongkorn. Foto: AFP

Pemimpin Protes Anti Pemerintah Thailand Akan Dituntut Hina Kerajaan

Internasional politik thailand raja thailand Protes Thailand
Juven Martua Sitompul • 25 November 2020 07:57
Bangkok: Polisi Thailand memanggil tujuh pemimpin protes antipemerintah untuk menghadapi dakwaan lese majeste atau penghinaan atas kerajaan. Mereka dituduh atas komentar yang dibuat pada demonstrasi yang menuntut reformasi monarki.
 
Ini akan menjadi pertama kalinya tuduhan semacam itu diajukan berdasarkan lese majeste  dalam lebih dari dua tahun. Mereka bisa terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.
 
Protes yang dimulai pada Juli terhadap Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha berubah menjadi tuntutan untuk mengekang kekuasaan Raja Maha Vajiralongkorn. Para pedemo melanggar tabu lama dalam mengkritik monarki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sumber polisi, yang menolak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media mengatakan, para pemimpin protes memiliki waktu hingga 30 November untuk menjawab panggilan. Mereka dituntut atas kegiatan unjuk rasa pada protes 19 dan 20 September.
 
Salah satu dari tujuh orang itu, Parit "Penguin" Chiwarak, mengatakan bahwa keluarganya telah menerima panggilan atas dakwaan tersebut dan dia tidak khawatir.
 
"Ini akan mengungkap kebrutalan sistem feodal Thailand kepada dunia. Kami akan terus berjuang,” ujar Chiwarak, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 25 November 2020.
 
Tokoh lain yang dituntut termasuk pengacara hak asasi manusia Arnon Nampa, yang menjadi orang pertama yang menyerukan reformasi kerajaan pada 3 Agustus. Selain juga Panusaya "Rung" Sithijirawattanakul, seorang pemimpin mahasiswa yang mengajukan 10 tuntutan untuk reformasi kerajaan.
 
Pengacara Thailand untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa polisi telah memberi tahu pengacara para pemimpin protes.
 
(JMS)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif