Warga berjalan di area pesisir Legazpi, Filipina, menjelang kedatangan Topan Goni pada 31 Oktober 2020. (AFP)
Warga berjalan di area pesisir Legazpi, Filipina, menjelang kedatangan Topan Goni pada 31 Oktober 2020. (AFP)

Badai Terkuat Tahun Ini Hantam Filipina

Internasional topan badai filipina
Willy Haryono • 01 November 2020 08:47
Manila: Topan Goni, badai terkuat tahun ini, telah menghantam Filipina dengan kecepatan putaran angin hingga 225 kilometer per jam. Badan Cuaca Nasional Filipina melaporkan, Goni menghantam pulau Catanduanes pada Minggu, 1 November 2020, pukul 04.50 waktu setempat.
 
Sejak saat itu, Goni bergerak melintasi pulau utama Luzon tempat ibu kota Filipina, Manila, berada. Hampir satu juta orang telah dievakuasi dari rumah mereka menjelang kedatangan Goni.
 
Dalam buletin cuaca bernama Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Adminstration (Pagasa), disebutkan bahwa Goni dapat memicu banjir bandang, tanah longsor, dan bencana alam lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pagasa memperkirakan bencana alam akibat Goni dapat terjadi di beberapa area di Luzon, Visayas, dan juga Mindanao.
 
"Dalam 12 jam ke depan, angin kencang dan hujan deras dengan intensitas tinggi akan terjadi," ucap Pagasa, dilansir dari laman BBC. Goni bergerak ke arah barat dengan kecepatan 25 km/jam, dan diperkirakan bergerak melewati Manila selatan menuju Laut China Selatan pada petang ini.
 
Goni -- dikenal dengan Rolly di Filipina -- adalah badai terkuat yang menghantam Filipina sejak Topan Haiyan menewaskan lebih dari 6.000 orang di negara tersebut pada 2013.
 
Kali ini, persiapan menghadapi badai dipersulit kemunculan pandemi virus korona (covid-19), yang sudah berujung pada 380.739 infeksi dan 7.221 kematian.
 
Baca:Filipina Dilanda Topan Kuat di Tengah Pandemi Covid-19
 
"Kami sedang kesulitan menghadapi covid-19, dan sekarang muncul bencana lainnya," kata Senator Christopher Go, ajudan senior Presiden Rodrigo Duterte, dalam sebuah konferensi pers virtual.
 
Kepala Pertahanan Sipil Ricardo Jalad mengatakan, "hampir satu juta" orang di area Bicol, Luzon, telah mengungsi menjelang kedatangan Goni.
 
Sekitar 1.000 pasien covid-19 di Manila dan provinsi Bulacan saat ini ditempatkan di beberapa tenda isolasi. Jalad mengatakan, mereka semua mungkin nanti akan dipindahkan ke hotel atau rumah sakit.
 
Fllipina biasanya dilanda sekitar 20 badai dan topan pada setiap tahunnya. Pekan kemarin, sekitar 22 orang tewas saat Topan Molave melanda kawasan yang saat ini sedang diterjang Goni.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif