Demonstran anti-kudeta Myanmar membawa spanduk bertuliskan Pemerintah Persatuan Nasional atau NUG pada Sabtu, 8 Mei 2021. (Kachinwaves/AFP/Getty)
Demonstran anti-kudeta Myanmar membawa spanduk bertuliskan Pemerintah Persatuan Nasional atau NUG pada Sabtu, 8 Mei 2021. (Kachinwaves/AFP/Getty)

Junta Myanmar Labeli Pemerintah Oposisi sebagai Grup Teroris

Internasional konflik myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar Protes Myanmar National Unity Government (NUG)
Willy Haryono • 09 Mei 2021 10:53
Naypyidaw: Junta militer Myanmar melabeli pemerintah oposisi yang tergabung dalam Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) sebagai sebuah grup teroris. Junta juga menuduh NUG sebagai dalang di balik serangkaian pengeboman, pembakaran, dan pembunuhan di seantero Myanmar.
 
Pelabelan disampaikan junta Myanmar melalui media nasional yang dikuasai militer pada Sabtu, 8 Mei.
 
Militer Myanmar menggulingkan pemerintahan sipil di bawah pemimpin de facto Aung San Suu Kyi yang mengawali kudeta pada 1 Februari lalu. Kudeta memicu gelombang protes berujung bentrok yang telah menewaskan lebih dari 700 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari laman Guardian pada Minggu, 9 Mei 2021, pengumuman terbaru junta Myanmar dilakukan setelah mereka membatasi beberapa media independen. Sebelumnya, junta juga telah melarang adanya media yang menggunakan siaran satelit, dan mengancam akan menjatuhkan vonis penjara kepada para pelanggar.
 
NUG, yang dibentuk oleh jajaran politisi pro-demokrasi, telah melabeli junta Myanmar sebagai pasukan teroris. Sebelumnya pada pekan ini, NUG mengumumkan rencana membentuk sebuah pasukan pertahanan rakyat untuk melawan junta.
 
Baca:  Di Ambang Perang Saudara, Oposisi Myanmar Bentuk Pasukan Lawan Junta
 
Saluran televisi nasional MRTV mengumumkan bahwa segala tindakan NUG kini berada di bawah undang-undang anti-terorisme. "Aksi-aksi mereka telah menyebabkan begitu banyak aktivitas terorisme," ungkap siaran televisi tersebut.
 
UU anti-terorisme di Myanmar tidak hanya melarang eksistensi NUG, tapi juga mereka yang melakukan kontak dengan grup tersebut. Sebelumnya junta Myanmar telah menyebut NUG sebagai grup yang melakukan aksi kejahatan pengkhianatan.
 
Sementara itu, aksi protes menentang junta Myanmar berlangsung di puluhan tempat pada Sabtu kemarin. Menurut data Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), setidaknya 774 warga sipil tewas di tangan pasukan keamanan Myanmar, dan 3.778 telah ditahan polisi.
 
Dari kubu pasukan keamanan, junta Myanmar mencatat ada 24 personel yang tewas dalam bentrokan dengan demonstran.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif