Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kecam publikasi ulang kartun Nabi Muhammad. Foto: Dok.Kemenlu RI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kecam publikasi ulang kartun Nabi Muhammad. Foto: Dok.Kemenlu RI

Indonesia Kecam Penerbitan Ulang Karikatur Nabi Muhammad di Prancis

Internasional prancis menlu retno lp marsudi
Marcheilla Ariesta • 04 September 2020 12:56
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengecam publikasi ulang kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo. Penerbitan kembali karikatur yang menjadi kontroversi itu untuk memperingati lima tahun serangan ke kantor majalah tersebut.
 
Baca: Majalah Charlie Hebdo Cetak Ulang Kartun Nabi Muhammad.
 
"Indonesia mengecam keras semua tindakan ini," tegas Retno dalam jumpa pers virtual, Jumat, 4 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif, dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia," kata Retno.
 
Ia mengatakan, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi. Penerbitan ulang karikatur ini juga berpotensi menyebabkan perpecahan antarumat beragama.
 
Terlebih, kata Retno, penerbitan ulang dilakukan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Padahal dalam masa ini, dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi covid-19.
 
Charlie Hebdo mencetak ulang kartun Nabi Muhammad SAW yang menjadikan kantor majalah satire tersebut sasaran serangan mematikan pada 2015. Perilisan ulang kartun kontroversial dilakukan satu hari sebelum persidangan 14 orang yang dituding membantu dua orang pelaku penyerangan kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015.
 
Dua belas orang tewas dalam serangan termasuk, termasuk beberapa kartunis. Lima orang tewas beberapa hari kemudian di Paris dalam sebuah serangan berbeda namun terkait Charlie Hebdo.
 
Baca: Prancis Adili Kaki Tangan Pelaku Penembakan Charlie Hebdo.
 
Serangan di kantor Charlie Hebdo memicu gelombang aksi kekerasan lainnya di seantero Prancis.
 
Halaman depan edisi terbaru meliputi 12 kartun orisinil Nabi Muhammad, yang pernah diterbitkan di sebuah koran Denmark sebelum muncul di Charlie Hebdo. Salah satu kartun memperlihatkan Nabi Muhammad memakai bom ketimbang turban.
 
Dalam editorialnya, Charlie Hebdo mengklaim pihaknya sering dapat permintaan dari sejumlah pihak untuk melanjutkan karikatur Nabi Muhammad sejak serangan 2015.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif