Menlu Retno Marsudi dalam acara Jakarta Geopolitical Forum (JGF) ke-4 yang digelar Lemhannas RI secara virtual pada Rabu, 21 Oktober 2020. (Lemhannas RI)
Menlu Retno Marsudi dalam acara Jakarta Geopolitical Forum (JGF) ke-4 yang digelar Lemhannas RI secara virtual pada Rabu, 21 Oktober 2020. (Lemhannas RI)

Indonesia Terus Dorong Kerja Sama di Tengah Dinamika Geopolitik

Internasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19
Willy Haryono • 21 Oktober 2020 09:16
Jakarta: Indonesia terus mendorong kerja sama dengan negara-negara lain di tengah dinamika geopolitik kawasan dan global yang terkena imbas pandemi virus korona (covid-19). Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, tidak ada satu pun negara di dunia yang mampu menghadapi pandemi ini sendirian.
 
Ia menyayangkan adanya sejumlah negara besar yang justru memperluas pengaruh dan saling bersaing di saat pandemi covid-19 mewabah ke setiap penjuru dunia.
 
"Indonesia selalu memilih kerja sama daripada kompetisi, dialog dibanding rivalitas," kata Menlu Retno dalam acara Jakarta Geopolitical Forum (JGF) ke-4 yang digelar Lemhannas RI secara virtual pada Rabu, 21 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu tren mengkhawatirkan dalam geopolitik di tengah pandemi covid-19 adalah rivalitas negara-negara besar, terutama yang berlangsung antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Rivalitas keduanya disebut tidak dapat diabaikan, karena berdampak serius terhadap situasi di kawasan dan juga global.
 
AS dan Tiongkok berseteru dalam berbagai bidang, termasuk isu Laut China Selatan yang berdampak pada stabilitas dan keamanan di Asia.
 
Tanpa mengabaikan rivalitas tersebut, Menlu Retno mendorong semua negara untuk fokus terhadap kerja sama dalam upaya mengakhiri pandemi covid-19. Secara spesifik Menlu Retno meminta semua pihak untuk fokus menghadirkan vaksin covid-19 bagi semua orang tanpa terkecuali.
 
Mengenai vaksin, terdapat tren mengkhawatirkan lainnya, yakni sikap populisme dan nasionalisme ekstrem. Menlu Retno menyebut ada sejumlah negara yang berkompetisi untuk menghadirkan vaksin bagi warga mereka sendiri tanpa memedulikan negara-negara miskin.
 
Baca:  Negara Kaya Sudah Borong Vaksin Covid-19 Potensial
 
"Ada ancaman nasionalisme vaksin, yakni saat negara-negara berkompetisi untuk mengamankan vaksin bagi diri mereka sendiri. Ini ancaman bagi kita semua," ungkap Menlu Retno.
 
Ia menyebut beberapa tren mengkhawatirkan ini akan terus menjadi bagian dari kenormalan baru ke depan. "Tren-tren ini mungkin akan terus terjadi jika kita tidak mengakhirinya. Kita harus berusaha mengakhirinya," tegas Menlu Retno.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif