Indonesia kutuk ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina Islam. Foto: AFP
Indonesia kutuk ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina Islam. Foto: AFP

Indonesia Kutuk Pernyataan Presiden Prancis yang Tak Hormati Islam

Internasional kemenlu prancis Emmanuel Macron Pembunuhan di Nice
Fajar Nugraha • 30 Oktober 2020 11:05
Jakarta: Indonesia mengutuk pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tidak menghormati Islam dan masyarakat Muslim di seluruh dunia.
 
Pernyataan itu telah menyinggung lebih dari 2 miliar Muslim di seluruh dunia dan telah memicu perpecahan di antara berbagai agama di dunia.
 
“Kebebasan berekspresi hendaknya tidak dilakukan dengan cara yang menodai kehormatan, kesucian dan kesucian nilai dan simbol agama,” tegas pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, yang dikutip Medcom.id, Jumat 30 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia mendesak masyarakat global untuk mengedepankan persatuan dan toleransi beragama, terutama di tengah pandemi yang sedang berlangsung,” imbuh pernyataan.
 
Dalam waktu kurang dua minggu, dua serangan sadis terjadi di Prancis. Pertama serangan yang menewaskan seorang guru di Paris dan yang terbaru serangan menewaskan tiga orang di Nice pada Kamis 29 Oktober 2020.
 
Pada insiden pertama, Presiden Macron mengecam tindakan pelaku penyerangan yang menimpa Samuel Paty. Macron segera mengarahkan serangannya kepada Muslim dan menyebutkan “Islam adalah agama dalam krisis”.
 
Insiden yang menimpa Paty terjadi karena dirinya membawa gambar kartun Nabi Muhammad yang dipublikasikan oleh Charlies Hebdo ke hadapan kelas. Dalam Islam jelas, menggambarkan sosok Nabi Muhammad sangat dilarang.
 
Sementara kejadian kedua terjadi di Nice, di dekat Basilika Notre Dame ketika Brahim Aouissaoui menewaskan tiga orang. Dua diantaranya menderita luka gorokan.
 
Lagi-lagi Macron menyebut Islam dalam komentar terbarunya. Macron menegaskan bahwa “Prancis diserang oleh teroris Islam”.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif