Pidato pertama Presiden Joko Widodo di Sidang Majelis Umum PBB. Foto: BPMI/UNTV
Pidato pertama Presiden Joko Widodo di Sidang Majelis Umum PBB. Foto: BPMI/UNTV

1 Tahun Pemerintahan Jokowi, Kebijakan Luar Negeri Dinilai Baik

Internasional 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf
Marcheilla Ariesta • 21 Oktober 2020 05:26
Jakarta: Kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah memasuki satu tahun pertama. Untuk bidang internasional, kepemimpinan keduanya dinilai masih cukup baik walaupun tidak memiliki gebrakan baru.
 
Kepala Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Evi Fitriani mengatakan, sejauh ini kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam kategori cukup. Evi menuturkan, para pakar hubungan internasional memang tidak berharap banyak karena fokus utama keduanya adalah di dalam negeri.
 
"Namun, menurut kacamata saya, keduanya masih berada pada jalur yang tepat, seperti terus mengutamakan multilateralisme, dan sudah benar untuk tidak terpengaruh pada dua kekuatan besar, yakni Tiongkok dan Amerika Serikat," katanya kepada Medcom.id, Selasa, 20 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kebijakan Luar Negeri Jokowi-Ma’ruf Tetap Upayakan Kemerdekaan Palestina.
 
Evi menuturkan, meski demikian, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi dalam kepemimpinan keduanya untuk bidang hubungan internasional.
 
"Yang pertama, Indonesia harus mempertahankan kerangka multilateral," katanya.
 
Menurut dia, Indonesia sudah berada di jalur yang benar untuk hal ini. Terlebih dalam diplomasi vaksin.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah melakukan perjalanan ke empat negara untuk melakukan diplomasi vaksin, yakni Tiongkok, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Swiss. Indonesia juga bergabung dalam kerangka vaksin WHO, COVAX.
 
Indonesia, kata Evi juga harus tetap independen. Dalam hal ini, Indonesia tidak boleh terbawa arus dua negara berkekuatan besar, yakni Tiongkok dan Amerika Serikat.
 
Evi menegaskan, Indonesia harus tetap netral untuk menjaga stabilitas.
 
Selain itu, kerja sama dengan ASEAN harus lebih diperhatikan lagi. Evi merasa belakangan ini, Indonesia kurang 'greget' di ASEAN.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif