Penasihat Kementerian Luar Negeri AS Derek Chollet bertemu Menlu Retno Marsudi. Foto: Kedubes AS
Penasihat Kementerian Luar Negeri AS Derek Chollet bertemu Menlu Retno Marsudi. Foto: Kedubes AS

AS Dukung Keputusan Tak Undang Junta Myanmar di KTT ASEAN

Internasional Amerika Serikat asean Junta Myanmar Myanmar Tak Diundang ASEAN
Marcheilla Ariesta • 22 Oktober 2021 17:51
Jakarta: Amerika Serikat (AS) menegaskan, kawasan Asia Tenggara merupakan sekutu dan mitra yang penting untuk mereka. Hal ini disampaikan Penasihat Kementerian Luar Negeri AS Derek Chollet, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Dalam kunjungannya selama tiga hari ke Thailand, Singapura dan Indonesia, Chollet mengatakan ia berkesempatan bertemu dengan para menteri luar negeri. Ia juga membahas cara-cara agar AS dapat bekerja sama dengan ASEAN, sekutu dan mitranya di kawasan ini.
 
Baca: ASEAN Tak Undang Junta Myanmar untuk Jaga Integritas Pemimpin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami telah bekerja sama dalam berbagai masalah, termasuk mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi yang kuat, memerangi perubahan iklim, dan berkomitmen pada tatanan internasional berbasis aturan yang bermanfaat bagi semua," katanya.
 
Salah satu fokus pertemuannya adalah situasi di Myanmar yang memburuk. Chollet menegaskan kembali dukungan AS untuk masyarakat Myanmar, serta aspirasi untuk kebebasan dan demokrasi.
 
"Kami telah menggarisbawahi bahwa komunitas internasional bertanggung jawab mendesak, menekan rezim militer agar menghentikan kekerasan untuk membebaskan mereka yang ditahan secara tidak adil, termasuk jurnalis Amerika Danny Fenster, dan menghormati kehendak rakyat Myanmar yang menuntut kembalinya demokrasi," terang Chollet.
 
Ia menegaskan, ada tiga jalur utama yang AS dan ASEAN lihat, serta akan dikerjasamakan dalam krisis ini. Pertama, kata Chollet, situasi Myanmar yang memburuk cepat. Menurutnya, penyebaran covid-19 yang semakin meluas, ditambah dengan ekonomi yang runtuh, menghancurkan rakyat Myanmar.
 
"Kita harus bahu-membahu dengan masyarakat Myanmar dan Amerika Serikat telah memberikan bantuan lebih dari USD650 juta kepada Myanmar selama lima tahun terakhir," ucapnya.
 
Kedua, kata Chollet, kesepakatan luas untuk mendorong junta mengembalikan Myanmar ke jalan demokrasi.
 
"Ketiga, kita berada pada titik bagaimana mencapai tujuan-tujuan ini di Myanmar. Menyusul keputusan minggu lalu oleh ASEAN untuk menurunkan partisipasi dalam KTT mendatang, kami juga memiliki transisi yang akan datang dari kepemimpinan di ASEAN dari Brunei ke Kamboja, serta ketidakstabilan umum situasi di dalam Myanmar," lanjutnya.
 
Chollet mengatakan perlunya realistis untuk mempengaruhi rezim, terutama dengan pendekatan tekanan diplomatik. "Saya pikir keputusan penurunan peringkat minggu lalu, yang tampaknya mengejutkan para pemimpin militer dan tidak mereka tanggapi dengan baik, adalah salah satu contoh bagaimana tekanan internasional dapat membuat perbedaan," tegas Chollet.
 
"Dan itu adalah contoh lain bagaimana komunitas internasional bersatu untuk mendukung ASEAN dan peran sentral yang dimainkan ASEAN dalam mengatasi krisis ini," serunya.
 
Ia mengatakan, AS mendukung keputusan tersebut dan percaya jika meminta pertanggungjawaban militer Myanmar, memungkinkan warga di sana melakukan hal yang sama.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif