Mantan PM Malaysia Najib Razak. (AFP)
Mantan PM Malaysia Najib Razak. (AFP)

Pengadilan Banding Malaysia Kukuhkan Vonis 1MDB Najib Razak

Internasional politik malaysia najib razak 1mdb
Medcom • 08 Desember 2021 12:44
Kuala Lumpur: Pengadilan banding Malaysia menguatkan hukuman atas kasus korupsi yang menjerat mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak pada Rabu, 8 Desember 2021. Najib divonis penjara 12 tahun atas skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) bernilai miliaran dolar, yang berkontribusi dalam kejatuhan pemerintahannya di tahun 2018.
 
Dilansir dari AFP, pejabat berusia 68 tahun itu berencana mengajukan banding terakhirnya ke Pengadilan Tinggi Malaysia. Ia akan tetap bebas dengan jaminan sampai proses banding ini selesai.
 
Najib dinyatakan bersalah atas semua tuduhan dalam serangkaian persidangan tahun lalu, yang terkait dengan skanda penjarahan dana kekayaan negara 1MDB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Daam skandal 1MDB, Najib dan kroni-kroninya dituduh mencuri miliaran dolar dari kendaraan investasi, serta membelanjakannya untuk segala hal mulai dari hunian kelas atas hingga karya seni bernilai fantastis. Sidang pertama Najib telah digelar terkait transfer Rp141,8 miliar dari mantan unit 1MDB ke rekening banknya.
 
Tahun lalu, Najib menantang putusan Pengadilan Tinggi di Pengadilan Banding. Namun, hakim Abdul Karim Abdul Jalil justru mengukuhkan hukuman Najib atas tujuh dakwaan yang ia hadapi pada Rabu. Jalil mengecam tindakan Najib sebagai sesuatu yang memalukan di level nasional. Ia mengatakan bahwa dana Rp141,8 miliar telah dikirim ke rekening Najib dan disalahgunakan.
 
Baca:  Najib Razak Dianggap Punya ‘Kekuataan Tertinggi’ di 1MDB
 
Najib, petinggi Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), juga dihukum karena penyalahgunaan kekuasaan, pencucian uang, dan pelanggaran pidana atas transfer 1MDB. Selain hukuman penjara, ia didenda hampir Rp716,6 miliar.
 
Jalil juga menolak pembelaan Najib bahwa uang yang ditransfernya itu adalah sumbangan dari kerajaan Arab Saudi. Jalil mengatakan "tidak ada bukti" atas klaim tersebut.
 
Meski begitu, Jalil menyetujui permintaan Najib untuk tetap bebas dengan jaminan selama proses banding terakhirnya berlangsung. Naib dan pengacaranya diketahui tidak berada di pengadilan Putrajaya secara fisik, dan hanya mengikuti proses persidangan secara daring. Ini dikarenakan salah satu anggota tim hukum Najib dinyatakan positif Covid-19. (Nadia Ayu Soraya)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif