Menlu Retno Marsudi tegaskan tidak ada pasukan penjaga perdamaian Indonesia terinfeksi covid-19. Foto: Dok.Kemenlu RI
Menlu Retno Marsudi tegaskan tidak ada pasukan penjaga perdamaian Indonesia terinfeksi covid-19. Foto: Dok.Kemenlu RI

Tidak Ada Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia Terinfeksi Korona

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Marcheilla Ariesta • 14 Mei 2020 16:35
Jakarta: Virus korona (covid-19) berdampak sangat besar bagi semua negara, termasuk negara-negara yang saat ini dilanda konflik. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan wilayah yang terkena dampak termasuk di negara yang ada Penjaga Perdamaian PBB (PKO) asal Indonesia.
 
"Berdasarkan data Sekretariat PBB, kasus covid-19 telah dikonfirmasi di semua negara dan wilayah yang menjadi tuan rumah operasi pemeliharaan perdamaian di 13 misi," kata Retno dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis 14 Mei 2020.
 
Hingga saat ini, 64 penjaga perdamaian telah tertular virus, mayoritas di MINUSMA di Mali. Sebanyak 23 diantaranya sudah pulih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hingga saat ini, tidak ada pasukan perdamaian Indonesia yang terinfeksi covid-19," ujarnya.
 
Meski demikian, Indonesia tetap waspada dan terus mengikuti perkembangan di lapangan.
 
"Sebagai negara dengan pasukan perdamaian dan polisi terbesar ke-8 di PBB, Indonesia akan terus mengikuti dampak covid-19 bagi para penjaga perdamaian kita," kata Retno.
 
Covid-19 telah berdampak pada implementasi mandat untuk PKO. Salah satunya adalah sulit dalam terlibat dengan pihak berkonflik untuk mengupayakan perdamaian dan mediasi.
 
Selain itu adanya pembatasan pergerakan kegiatan personel PKO dan akses kemanusiaan. "Kemudian logistik dan kesulitan rotasi karena tidak tersedianya transportasi dan perjalanan udara," serunya.
 
Indonesia menekankan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, bahwa keselamatan dan keamanan serta kesehatan personel penjaga perdamaian PBB sangat penting.
 
Retno menegaskan hal tersebut sejalan dengan Resolusi DK PBB 2518 mengenai keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian.
 
Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sebanyak 3.518 pasien korona di Indonesia dinyatakan sembuh pada Kamis sore, 14 Mei 2020. Total kasus positif hari ini menjadi 16.006 kasus. Kemudian pasien meninggal menjadi 1.043 pasien.
 

 

 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif