Topan Molave membuahkan kehancuran di Vietnam. Foto: AFP
Topan Molave membuahkan kehancuran di Vietnam. Foto: AFP

Topan Molave Tewaskan 35 Orang dan 59 Lainnya Hilang di Vietnam

Internasional vietnam Topan Molave
Fajar Nugraha • 30 Oktober 2020 09:58
Hanoi: Topan Molave memicu tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan menyebabkan 45 hilang di Vietnam. Angin ganas dan hujan menghempaskan atap dan memutus aliran listrik di wilayah berpenduduk 1,7 juta, kata media pemerintah.
 
Korban dari tanah longsor membuat jumlah korban tewas secara keseluruhan akibat badai menjadi sedikitnya 35. Angka itu termasuk 12 nelayan yang kapalnya tenggelam pada Rabu ketika topan mendekat dengan kecepatan angin hingga 150 km per jam.
 
Para pejabat Vietnam mengatakan itu topan terburuk yang melanda negara itu dalam 20 tahun. Sedikitnya 59 orang masih hilang di tanah longsor dan di laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah korban mungkin meningkat dengan banyak daerah masih tidak dapat melaporkan rincian kerusakan di tengah cuaca badai.
 
Tim penyelamat menggali delapan mayat pada Kamis pagi di desa Tra Van di provinsi Quang Nam tengah-selatan di mana sebuah lereng bukit runtuh di atas rumah-rumah. Para korban berlindung di berbagai penampungan komunitas saat topan mendekat.
 
“Di Desa Tra Leng, sekitar 45 km dari Tra Van, longsor lainnya menimbun masyarakat dengan beberapa rumah ditempati sekitar 45 orang. Empat berhasil melarikan diri. Tim penyelamat telah menemukan delapan mayat dan berusaha menyelamatkan 37 lainnya,” kata Vietnam News, yang dikutip Channel News Asia, Jumat 30 Oktober 2020.
 
Tra Leng tetap tidak dapat diakses karena jalan rusak dan tanah longsor lainnya, dan tim tanggap bencana pemerintah menggunakan buldoser dan ekskavator untuk membuka jalan guna membawa lebih banyak penyelamat dan alat berat.
 
Wakil Perdana Menteri Trinh Dinh Dung melakukan perjalanan ke lokasi tempat tentara membersihkan tanah longsor dengan buldoser dan memerintahkan petugas untuk segera membawa pasukan ke desa yang dilanda tanah longsor.
 
“Kita harus mencapai lokasi longsor dengan cara tercepat. Pertama, kirim lebih banyak tentara sebelum kita bisa mendapatkan mesin besar di sana. Kami harus menjangkau daerah itu dengan segala cara, termasuk dengan menggunakan helikopter,” ujar Dung.
 
Ketika pasukan bergegas untuk menyelamatkan mereka yang terkubur hidup-hidup di Tra Leng, bagian lain dari lereng gunung yang basah kuyup turun dalam semburan lumpur di dekat distrik Phuoc Loc pada Kamis pagi, menjebak 11 orang.
 
Tiga mayat segera ditarik oleh penduduk desa, kata Vietnam News.
 
Penduduk desa lain di Phuoc Loc disarankan untuk melarikan diri ke tempat yang aman mengingat lereng gunung yang tidak stabil. Tiga daerah yang dilanda longsor terletak di pegunungan di provinsi Quang Nam yang terkena dampak paling parah di wilayah pesisir yang masih belum pulih dari banjir yang menewaskan 136 orang dan menghancurkan ratusan rumah awal bulan ini.
 
Sementara empat orang tewas akibat pohon tumbang dan rumah yang runtuh di provinsi Quang Nam dan Gia Lai ketika topan menghantam pantai pada hari Rabu.
 
Kapal pencari dan penyelamat Angkatan Laut menemukan mayat 12 dari 26 nelayan yang kapalnya tenggelam pada Rabu di lepas pantai Provinsi Binh Dinh.
 
Topan itu membongkar atap sekitar 56.000 rumah dan menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di provinsi Quang Ngai, di mana 1,7 juta orang mengalami serangan topan semalam dalam kegelapan. Hingga kini setidaknya 40.000 orang dievakuasi ke tempat penampungan darurat dan pihak berwenang menutup kantor, pabrik dan sekolah untuk mencegah korban jiwa.
 
Topan itu menewaskan sedikitnya 16 orang di Filipina sebelum bertiup melintasi Laut China Selatan menuju Vietnam.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif