PM Malaysia Muhyiddin Yassin. (AFP)
PM Malaysia Muhyiddin Yassin. (AFP)

PM Malaysia: Parlemen Dapat Kembali Aktif pada September atau Oktober

Internasional Virus Korona malaysia covid-19 Muhyiddin Yasin pandemi covid-19
Marcheilla Ariesta • 15 Juni 2021 22:35
Kuala Lumpur: Parlemen Malaysia dapat kembali beraktivitas lagi di fase ketiga dari rencana pemulihan nasional, ucap Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Ia memproyeksikan hal tersebut kemungkinan dapat terjadi pada September atau Oktober tahun ini.
 
"Saya berkomitmen bahwa rapat parlemen dapat kembali digelar, sekitar September atau Oktober mendatang, dengan standar prosedur operasi yang ketat," katanya dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 15 Juni 2021.
 
PM Muhyiddin menegaskan bahwa sejak awal dirinya baru akan mengizinkan parlemen Malaysia aktif kembali di waktu yang tepat, yakni ketika kasus Covid-19 terkendali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya akan terus mendukung prinsip demokrasi parlementer dan monarki konstitusional," serunya.
 
"Jangan sampai ada pihak yang dengan sengaja membuat keresahan di tengah masyarakat sehingga menghambat tugas utama pemerintah dalam menangani pandemi ini," imbuh Muhyiddin.
 
Rencana pemulihan nasional adalah strategi empat fase Malaysia untuk keluar dari pandemi Covid-19, yang dimulai dengan penguncian (lockdown) total saat ini. Kasus harian Covid-19, tingkat hunian unit perawatan intensif, dan laju vaksinasi adalah tiga indikator utama yang menentukan perpindahan fase rencana pemulihan nasional Malaysia.
 
Baca:  Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Malaysia Perpanjang Lockdown
 
Untuk memasuki fase ketiga, kasus harian harus turun di bawah 2.000, dan kapasitas layanan kesehatan masyarakat berada pada tingkat nyaman dengan jumlah tempat tidur ICU yang cukup. Selain itu, 40 persen populasi Malaysia juga harus sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19.
 
"Ambang batas paling awal bisa dicapai adalah pada akhir Agustus 2021," terang PM Muhyiddin.
 
Ia berharap rencana pemulihan nasional dapat memandu Malaysia untuk merebut kembali 'kebebasan berharga' yang selama ini terenggut pandemi Covid-19. Warga juga diharapkan dapat melakukan pekerjaannya tanpa takut terinfeksi virus.
 
"Saya sangat optimistis bahwa dengan perencanaan, pelaksanaan, dan dukungan yang tepat dari seluruh rakyat Malaysia, kita dapat keluar sebagai pemenang dari krisis ini," katanya.
 
Saat ini, Malaysia tengah menerapkan lockdown total yang dikenal sebagai Perintah Kawalan Pergerakan 3.0 yang telah diperpanjang hingga 28 Juni.
 
Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada Januari lalu mengumumkan keadaan darurat di Malaysia untuk membantu mengekang penyebaran Covid-19. Keadaan ini akan berakhir pada 1 Agustus mendatang atau lebih awal tergantung kondisi pandemi.
 
Dengan diberlakukannya keadaan darurat, sidang parlemen dan legislatif negara bagian Malaysia serta pemilihan umum ditangguhkan. Namun kegiatan ekonomi masyarakat tetap diizinkan untuk berjalan dengan pembatasan.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif