Direktur PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha pastikan bantuan untuk WNI paling rentan. Foto: Dok.Kemenlu RI
Direktur PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha pastikan bantuan untuk WNI paling rentan. Foto: Dok.Kemenlu RI

Bantuan untuk WNI di Malaysia Tak Pandang Bulu

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Marcheilla Ariesta • 13 Mei 2020 15:38
Jakarta: Pemerintah Malaysia kembali memperpanjang perintah pembatasan gerak (MCO) karena virus korona (covid-19). Karenanya, Pemerintah Indonesia melalui perwakilan RI yang berada di Malaysia terus membagikan bantuan berupa sembako kepada para warga negara Indonesia yang terkena dampak.
 
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, pembagian bantuan diberikan kepada semua WNI yang terkena dampak, baik itu yang memiliki dokumen lengkap atau tidak.
 
"Sejak awal April hingga saat ini, total sudah diberikan bantuan sebanyak 239.675 (sembako) oleh enam perwakilan RI di Malaysia. Lalu melalui kerja sama yang baik dengan berbagai komunitas masyarakat, mereka memberikan bantuan 109.168. Dengan demikian, total bantuan sebanyak 348.843," kata Judha dalam konferensi pers virtual, Rabu 13 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Judha menegaskan kembali bantuan tersebut menjangkau WNI yang paling rentan dan paling terkena dampak MCO yang diberlakukan Malaysia.
 
"Untuk itu, perwakilan RI bekerja sama dengan seluruh komunitas dan akan meningkatkan bantuan menyesuaikan dengan kebijakan MCO yang sudah diperpanjang pemerintah Malaysia," imbuhnya.
 
Menurut Judha, selama dia adalah WNI, maka akan tetap diberikan bantuan. "Kita tidak melihat statusnya apakah documented atau undocumented (legal atau tidak legal)," terangnya.
 
Judha menjelaskan bahwa pihak perwakilan sudah mengidentifikasi pekerja migran Indonesia (PMI) yang berstatus tidak memiliki dokumen dan pekerja harian lepas merupakan salah satu kelompok yang paling terkena dampak kebijakan MCO.
 
"Oleh karena itu, mereka menjadi sasaran utama bantuan kita," ujar dia.
 
KBRI Kuala Lumpur, lanjut Judha, sudah membuat Google Form untuk pendataan para WNI. Warga yang membutuhkan bantuan bisa mendaftar secara online.
 
"Karena memang tantangan terbesar adalah data, banyak warga yang tidak lapor diri, terutama yang tidak berdokumen," pungkasnya.
 
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memutuskan untuk memperpanjang pembatasan pergerakan warga selama lebih kurang empat pekan, yakni hingga 9 Juni mendatang.
 
Meski demikian, pembatasan di Malaysia telah diperlonggar pada Senin pekan kemarin agar sejumlah tempat usaha dapat kembali dibuka dan masyarakat bisa bekerja lagi seperti biasa.
 

 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif