Protes di Thailand meminta perubahan konstitusi. Foto: AFP.
Protes di Thailand meminta perubahan konstitusi. Foto: AFP.

Terus Berlanjut, Bangkok Bersiap untuk Demo Besar Anti Pemerintah

Internasional thailand demo mahasiswa
Marcheilla Ariesta • 24 November 2020 19:39
Bangkok: Ketegangan semakin meningkat dalam protes di Thailand. Terlebih polisi menembak enam orang pekan lalu dan menggunakan gas air mata dan meriam air di jalan-jalan Bangkok.
 
Ibu kota Thailand itu bersiap untuk demonstrasi besar berikutnya pada Rabu, 25 November 2020. Pedemo berencana melakukan unjuk rasa di Biro Properti Mahkota, badan yang mengelola properti monarki Thailand.
 
Setelah empat bulan aksi unjuk rasa, suasana di Negeri Gajah Putih semakin memanas. Para pemimpin protes memperingatkan mereka tidak mau berkompromi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Slogan dan penghinaan terhadap monarki semakin berkembang biak. Sementara polisi anti huru-hara menunjukkan siap ambil tindakan tegas terhadap aksi unjuk rasa.
 
Gerakan yang dipimpin mahasiswa menjadi basis paling kuat di jalan dan media sosial. Tak hanya itu, diperkirakan massa 'Kaos Merah' juga turut bergabung. Kaos Merah merupakan kelompok yang pernah gencar memimpin protes jalanan besar satu dekade lalu.
 
Profesor Ilmu Politik di Universitas Chulalongkorn Bangkok, Siripan Nogsuan Sawasdee mengatakan gerakan protes perlu memprioritaskan tuntutan dan memfokuskan kepemimpinannya pada beberapa tokoh terkemuka.
 
"Para pengunjuk rasa telah membiarkan munculnya budaya politik baru, mendorong kebebasan berekspresi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kerajaan," kata Siripan, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 24 November 2020.
 
Pihak berwenang juga telah memberikan tanggapan berhati-hati terhadap gerakan tersebut sejak protes terjadi Juli lalu. Mereka mengumumkan tindakan darurat, kemudian menariknya, menangkap para pemimpin protes dan membebaskan mereka lagi.
 
"Sejak awal gerakan, pemerintah telah bermain-main," ucap Paul Chambers dari Universitas Naresuan.
 
Pihak berwenang mungkin waspada untuk menodai citra internasional Thailand dengan pengulangan tindakan keras terhadap Kaos Merah pada tahun 2010. Insiden itu menewaskan 90 orang di jantung kawasan wisata dan perbelanjaan Bangkok.
 
Namun, pihak berwenang telah mengeraskan nada mereka dalam beberapa hari terakhir, mengacungkan ancaman 'pasal 112' - undang-undang pencemaran nama baik kerajaan yang terkenal ketat, yang dapat dihukum hingga 15 tahun penjara.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif