Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers hasil KTT D-8, Kamis, 8 April 2021. Foto: Istimewa
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers hasil KTT D-8, Kamis, 8 April 2021. Foto: Istimewa

Indonesia Ingatkan Potensi D-8 untuk Pemulihan Ekonomi Global

Internasional Jokowi Joko Widodo presiden joko widodo menlu retno lp marsudi Diplomasi Indonesia
Marcheilla Ariesta • 09 April 2021 00:48
Jakarta: Presiden Joko Widodo menegaskan kembali potensi negara-negara Development 8 (D-8) dalam memulihkan kembali perekonomian dunia. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-10 D-8 secara virtual, Kamis, 8 April 2021.
 
"Dengan potensi perdagangan antarnegara anggota yang melebihi USD1,5 triliun, D-8 dapat berkontribusi besar dalam pemulihan ekonomi global," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers hasil KTT D-8.
 
Menurut dia, Indonesia mendorong fasilitasi perdagangan negara D-8. Tak hanya itu, hambatan perdagangan juga harus diminimalisasi di antara negara-negara anggota. Intensifikasi intra perdagangan antara negara D-8 juga perlu terus didorong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Indonesia Ajak Negara D-8 Lawan Nasionalisme Vaksin
 
Dalam pertemuan tersebut, sambung Retno, Presiden Jokowi juga mengatakan agar D-8 harus dapat mengembangkan teknologi digital. Sektor teknologi dinilai menghasilkan terobosan baru yang dapat membantu kesejahteraan masyarakat.
 
Retno mengatakan D-8 memiliki keunggulan demografi dengan penduduk usia produktif mencapai 323 juta atau sekitar 27,3 persen dari total populasi dunia. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan melakukan investasi kepada generasi muda untuk mengembangkan teknologi.
 
"Karena itu, Presiden menggarisbawahi agar inovasi dapat terus ditumbuhkan. Industri startup harus terus didorong," terang Retno.
 
Pertemuan ini menghasilkan dua outcome document, salah satunya Deklarasi Dhaka. Negara anggota D-8 berkomitmen untuk terus bekerja sama di berbagai bidang agar dapat meningkatkan daya tawar organisasi di tingkat global.
 
D-8 merupakan delapan negara berkembang yang memiliki mayoritas penduduk beragama Islam. Anggotanya mencakup Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
 
(OGI)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif