Sultan Abdullah Shah. Foto: Bernama
Sultan Abdullah Shah. Foto: Bernama

Raja Malaysia Sambut Baik Kerja Sama Pemerintah Baru dan Kelompok Oposisi

Internasional Anwar Ibrahim malaysia politik malaysia Sultan Abdulllah Shah Ismail Sabri Yaakob
Marcheilla Ariesta • 13 September 2021 14:05
Kuala Lumpur: Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menyambut baik kerja sama bipartisan yang dilakukan pemerintah baru dan oposisi. Ia berharap, kerja sama ini akan membawa perubahan dalam sistem administrasi negara.
 
"Saya menyambut baik dan menghargai upaya untuk mewujudkan pendekatan baru, kerja sama dual-partisan yang melibatkan semua pihak, yang akan membangun lanskap politik baru dan membawa perubahan dalam sistem administrasi negara," tutur sang raja dalam dekrit kerajaannya di parlemen, Senin, 13 September 2021.
 
"Kedewasaan seperti inilah yang diinginkan masyarakat," tambahnya, dikutip dari The Star.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Anwar Ibrahim Sambut Baik Ide Reformasi Parlemen PM Malaysia.
 
Ini adalah pertemuan parlemen pertama di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob. Dewan Perwakilan Rakyat akan bertemu selama 17 hari hingga 12 Oktober, sedangkan Senat akan bertemu dari 4-26 Oktober.
 
Dalam pidatonya pada upacara pembukaan, raja mengatakan pemerintah baru harus menggandakan upaya untuk memerangi covid-19. Pemerintah baru harus bisa membawa negara dan rakyat keluar dari pandemi.
 
"Dengan budaya berkinerja tinggi dan fokus pada tujuan jangka pendek dan panjang, saya yakin pemerintah ini dapat membuktikan pencapaian awal dalam 100 hari," tuturnya.
 
"Ke depan, saya menyarankan semua pihak untuk mempraktikkan demokrasi deliberatif dalam mencari solusi untuk semua masalah," imbuhnya.
 
Raja juga mendesak anggota parlemen untuk kembali fokus memerangi pandemi dan membuat negara bersinar kembali.
 
"Saran saya untuk semua, jangan mempertaruhkan masa depan negara dan warganya hanya untuk mencapai agenda tertentu," kata raja.
 
Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri diangkat sebagai perdana menteri pada 21 Agustus lalu, setelah 114 dari 220 anggota parlemen negara itu menunjuknya sebagai pengganti Muhyiddin Yassin. Muhyiddin mengundurkan diri pada 16 Agustus karena ia telah kehilangan dukungan mayoritas di Majelis Rendah.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif