PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob.  (AFP)
PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob. (AFP)

Malaysia Khawatir AUKUS Picu Perlombaan Senjata Nuklir di Indo-Pasifik

Internasional Kapal Selam nuklir laut china selatan malaysia indo-pasifik AUKUS
Marcheilla Ariesta • 19 September 2021 16:31
Kuala Lumpur: Malaysia menyatakan keprihatinan atas aliansi Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS) yang berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan Indo-Pasifik. Posisi ini jelas sama seperti yang disampaikan Indonesia.
 
Kantor Perdana Menteri Malaysia (PMO) mengatakan, Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob telah mencatat masalah tersebut. Dikhawatirkan, aliansi itu memancing kekuatan lain untuk bertindak agresif di kawasan, terutama Laut China Selatan.
 
"Sebagai negara anggota ASEAN, Malaysia menganut prinsip menjaga ASEAN sebagai Zona Damai, Bebas, dan Netral (ZOPFAN)," kata pernyataan PMO, dilansir dari Bernama, Minggu, 19 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PMO mengatakan, Ismail Sabri telah menerima panggilan telepon dari PM Australia Scott Morrison yang menjelaskan mengenai kesepakatan AUKUS. Kesepakatan ini bertujuan membantu Negeri Kanguru memperoleh kapal selam bertenaga nuklir.
 
Ismail Sabri menekankan pentingnya menghormati dan mematuhi pendirian Malaysia atas kapal selam bertenaga nuklir yang beroperasi di perairan negara itu, termasuk di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS) dan Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ).
 
Usai komunikasi tersebut, kedua pemimpin mencapai kesepakatan untuk memperbarui komitmen bersama mereka dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, terutama di kawasan Indo-Pasifik.
 
"Perdana Menteri Malaysia mendesak semua pihak untuk menghindari provokasi dan perlombaan senjata di wilayah ini, selain menekankan pentingnya menghormati dan mematuhi pendirian dan pendekatan yang ada," kata mereka.
 
"Malaysia dan Australia sepakat untuk memperkuat kerja sama dan konsultasi dalam berbagai aspek, termasuk di bidang pertahanan di bawah Kemitraan Strategis Komprehensif," imbuh pernyataan PMO tersebut.
 
Baca:  ISESS: AUKUS Bisa Jadi Ancaman Bagi Kedaulatan Indonesia
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif