Pasukan PDF di pedesaan membuat senjata untuk melawan militer Myanmar. Foto: AFP
Pasukan PDF di pedesaan membuat senjata untuk melawan militer Myanmar. Foto: AFP

Perlawanan Antikudeta Myanmar Seret Militer ke Jalan Buntu Berdarah

Internasional konflik myanmar Myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar
Fajar Nugraha • 01 Oktober 2021 16:06
Yangon: Mayat yang ditumpuk tinggi di sebelah sawah di wilayah utara Myanmar menunjukkan konsekuensi berdarah dari serangan penuh emosi dan tidak terkoordinasi oleh penduduk desa terhadap pasukan junta yang bersenjata lengkap.
 
Setelah delapan bulan menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, rezim militer Myanmar mendapati dirinya terperosok dalam kebuntuan berdarah. Mereka tidak mampu menghancurkan warga yang menentang kekuasaannya yang sendiri tidak cukup kuat untuk menggulingkan tentara yang kuat.
 
"Kami harus bijaksana dengan waktu dan rencana kami," kata seorang anggota ‘Pasukan Pertahanan Rakyat’ (PDF) setempat kepada AFP setelah bentrokan 25 September di desa kecil Gone Nyin di barat laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bentrokan serupa antara milisi antikudeta dan pasukan junta telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Ini disertai pula dengan ledakan bom dan pembunuhan yang ditargetkan terhadap mereka yang dicurigai bekerja sama dengan rezim, yang mengarah ke pembalasan berdarah di kedua belah pihak.
 
Media lokal pekan lalu melaporkan seluruh keluarga -,termasuk seorang anak berusia 12 tahun,- telah ditembak mati karena diduga membantu pasukan selama pencarian pengunjuk rasa.
 
Para pembangkang juga menyerang dan melumpuhkan menara seluler milik perusahaan militer untuk menghilangkan pendapatan junta.
 
Pemerintah paralel yang sebagian besar terdiri dari anggota parlemen dari partai Suu Kyi juga berusaha mengobarkan api, menyerukan "perang defensif" melawan pasukan dan aset junta.


Penembakan

Penduduk desa menuduh tentara membakar rumah mereka dan membantai tetangga mereka sebagai tindakan balas dendam yang ditujukan kepada mereka yang menentang kekuasaan militer.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif