Pelaksana Tugas Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah (kiri). Foto: Kemenlu
Pelaksana Tugas Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah (kiri). Foto: Kemenlu

Kongres Indonesianis Sedunia Beri Masukan Susun Strategi Sasaran Pembangunan

Internasional kemenlu Indonesianis
Marcheilla Ariesta • 02 Desember 2021 19:48
Jakarta: Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran menggelar Kongres Indonesianis Sedunia (KIS) yang ketiga secara virtual dari Museum Konferensi Asia-Afrika. Kongres ini digelar kembali untuk ketiga kalinya.
 
Pelaksana Tugas Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, kongres ini memiliki peran penting, yakni menjadi pintu masuk untuk meningkatkan persahabatan dan kerja sama yang kuat.
 
"Indonesianis adalah warga negara asing yang memiliki ketertarikan atau mempelajari tentang Indonesia. Dengan latar belakang yang berbeda, Indonesianis menjadi pintu masuk bagi kita untuk membangun serta meningkatkan persahabatan serta kerja sama untuk kemajuan Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers Kongres Indonesianis Sedunia secara virtual di Jakarta, Kamis, 2 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faizasyah menuturkan, Indonesianis dapat mempromosikan serta mengenalkan Indonesia kepada dunia melalui ketertarikan mereka terhadap isu seni, budaya, sastra, maupun lainnya yang menyangkut Indonesia.
 
Kongres ini berlangsung selama dua hari mulai 1-2 Desember. Tema yang diusung adalah 'Indonesia's Post-COVID Recovery: Grow Stronger and More Resilient'. Kegiatan ini dihadiri oleh 250 peserta dari 70 negara.
 
Agenda ini merupakan inisiatif Kemenlu yang melibatkan Indonesianis dari seluruh dunia. Tujuannya agar mereka saling bertukar gagasan, pandangan, dan pemikiran untuk kemajuan Indonesia sekaligus memperkaya pemahaman dan perspektif Indonesianis tentang Indonesia.
 
Faizasyah mengatakan, Kongres Indonesianis Sedunia (KIS) dibuka oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menekankan pentingnya kerja sama, kesetaraan akses kesehatan, serta transformasi digital dalam pemulihan nasional.
 
Dalam mewujudkan visi utama Indonesia 2045, ada empat agenda yang telah ditetapkan, yakni melalui peningkatan dan ketahanan kesehatan, ekonomi hijau dan berkelanjutan, transisi energi, dan transisi digital.
 
Pada sesi panel, Menlu Retno mengatakan, terdapat masukan dan aspirasi yang sangat berarti yang dapat menjadi masukan dalam menyusun strategi kebijakan yang adaptif dan membantu Indonesia dalam mencapai sasaran pembangunan, serta upaya percepatan pemulihan dan penguatan ketahanan terhadap pandemi.
 
Masukan tersebut antara lain, implementasi transformasi ekonomi strategis untuk dapat menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum 2045, di antaranya adalah dengan transformasi digital dan ekonomi hijau.
 
Ada pula masukan mengenai pengembangan sektor digital, seperti perdagangan, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, infrastruktur digital Indonesia perlu diperkuat untuk mendukung transformasi digital, juga perluasan akses digital UMKM yang memiliki porsi yang sangat besar dalam perekonomian Indonesia.
 
"Kongres Indonesianis Sedunia merupakan upaya dari Kemenlu merangkul pemikiran Indonesianis untuk kita manfaatkan untuk pembangunan Indonesia ke depan. Kita mengharapkan hasil kongres ini dapat ditindaklanjuti," kata Faizasyah.
 
Ia menegaskan,  Indonesianis berkomitmen untuk terus ikut berkontribusi untuk menyampaikan pemikiran untuk kemajuan Indonesia.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif