Janda pemimpin kelompok teror Filipina akan kembali ke Indonesia. Foto: AFP.
Janda pemimpin kelompok teror Filipina akan kembali ke Indonesia. Foto: AFP.

Janda Pemimpin Kelompok Teror Filipina akan Kembali ke Indonesia

Internasional terorisme di filipina
Marcheilla Ariesta • 15 Juli 2020 21:12
Manila: Janda pemimpin kelompok pro-Islamic State (ISIS) 'cabang' Filipina Omar Maute, Minhati Madrais dibebaskan dari penjara. Perempuan 39 tahun itu dilaporkan kini berada di kota Iligan, Mindanao, Filipina selatan.
 
"Dia diperkirakan akan kembali ke Indonesia sekitar bulan ini," kata seorang sumber keamanan di Indonesia, dilansir dari South China Morning Post, Rabu, 15 Juli 2020.
 
Rincian pembebasannya tidak jelas. Namun, menurut sumber tersebut, Indonesia diberitahu oleh pengadilan di Iligan bahwa dia sudah bebas untuk dipulangkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minhati yang merupakan orang Indonesia menikah dengan Omar Khayyam Maute dari kelompok pro-ISIS. Sisa-sisa dari kelompok itu diyakini menunggu pembebasan Minhati dari penjara.
 
Perempuan itu memegang kunci pembiayaan kelompok tersebut, karena ia disebut sebagai bendahara kelompok teroris itu. Dia diyakini membawa uang tunai dalam jumlah besar dan cryptocurrencies.
 
Profesor Jurusan Pendanaan Teroris dan Kejahataan Terorganisir di the Philippine National Police College, Mimi Fabe mengatakan, tidak hanya sebagai bendahara, Minhati juga yang mengurus pengadaan senjata, merekrut personal dan mengawasi tempat pelatihan teroris.
 
"Bebasnya Minhati bisa membuka kembali upaya pendanaan kelompok teroris Maute di Mindanao. Kelompok ini bergantung kepada Minhati karena kontaknya di kawasan (Asia) dan di Timur Tengah. Dia memiliki jaringan langsung ke pusat ISIS," ucap Fabe.
 
"Diperkirakan dia akan kembali memegang peran ini. Kelompok Maute diperkirakan memiliki dana hingga 200 juta peso atau sekitar Rp58,9 miliar, sebelum serangan dj Marawi. Saya yakin jumlahnya sekarang menambah, karena mereka menjarah bank dan rumah saat menguasai Marawi," tegas Fabe.
 
Minhati ditangkap pada November 2017 di Kota Iligan dan didakwa dengan kepemilikan ilegal bahan peledak.
 
Selama penggerebekan di rumahnya, polisi menemukan empat topi peledakan, dua kabel peledak, dan sekering. Namun, Minhati membantah sebagai empunya komponen peledak tersebut.
 
"Pengadilan tidak dapat menemukan bukti kuat bahwa Minhati memberikan dukungan logistik untuk Kelompok Maute dan dibebaskan pada 30 Juni," ucap Siti Darojatul Aliah, Direktur Eksekutif Masyarakat Melawan Radikalisme dan Ekstremisme Kekerasan (Melayani).
 
"Kami memiliki program untuk warga negara kami yang bergabung dengan militan di luar negeri. Ketika mereka dideportasi, kami akan menganalisis jika dapat menerapkan hukum kami ke mereka," imbuhnya.
 
Intinya, sambung Aliah, Minhati tidak bisa dibebaskan begitu saja.
 
Kelompok Maute bersama dengan faksi pro-ISIS dari kelompok Abu Sayyaf terkenal kejam. Mereka menguasai kota Marawi pada Mei 2017, mengepungnya selama lima bulan sebelum direbut kembali militer Filipina.
 
Serangan itu menandai seriusnya ISIS untuk bisa berpijak di Asia Tenggara. Hal ini membuat seluruh negara di kawasan gelisah.

 

(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif