Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah tolak penerapan status darurat covid-19. Foto: AFP
Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah tolak penerapan status darurat covid-19. Foto: AFP

Raja Malaysia Tolak Penerapan Status Darurat di Masa Covid-19

Internasional Virus Korona Sultan Abdulllah Shah covid-19 Muhyiddin Yasin
Fajar Nugraha • 26 Oktober 2020 06:31
Kuala Lumpur: Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Sultan Haji Ahmad Shah mengatakan tidak perlu mengumumkan keadaan darurat di Malaysia saat ini. Hal ini diutarakan setelah melakukan pertemuan dengan para penguasa di Negeri Jiran itu.
 
Baca: Jajaran Pemimpin Malaysia Diskusikan Proposal PM Muhyiddin.
 
Usul penerapan status darurat itu diajukan oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin terkait pandemi virus korona. Datuk Pengelola Bijaya Diraja Istana Negara, Ahmad Fadil Shamsuddin mengatakan, pemerintah saat ini dapat dipercaya untuk terus menerapkan kebijakan dan tindakan penegakan hukum untuk mengekang covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ahmad Fadil mengatakan, Sultan Abdullah Shah menegaskan tidak perlu mengumumkan keadaan darurat di Malaysia saat ini.
 
Dirinya menambahkan, Sultan Abdullah berpendapat bahwa pemerintah saat ini dapat dipercaya untuk terus menerapkan kebijakan dan tindakan penegakan hukum untuk menekan covid-19.
 
Ia mengatakan bahwa setelah menyelaraskan aplikasi dan berdiskusi dengan penguasa Melayu dan melihat situasi yang dihadapi negara, Sultan Abdullah merasa bahwa pemerintah saat ini berhasil menangani epidemi ini dengan efektif.
 
"Yang Mulia sangat percaya pada kemampuan pemerintah di bawah kepemimpinan perdana menteri untuk terus menerapkan kebijakan dan tindakan penegakan hukum untuk mengekang gejala epidemi covid-19 agar tidak menyebar lebih jauh,” ujar Ahmad Fadil, seperti dikutip Malaysia Kini, Senin 26 Oktober 2020.
 
"Sultan Abdullah berpikir saat ini perdana menteri tidak perlu mengumumkan keadaan darurat di negara ini atau bagian mana pun di Malaysia," katanya.
 
Ahmad Fadil mengatakan, Sultan Abdullah setuju untuk menyempurnakan aplikasi yang diajukan oleh Muhyiddin Yassin pada pertemuan di Kuantan, Pahang pada 23 Oktober.
 
Dia mengatakan aplikasi tersebut merupakan implementasi darurat sesuai dengan Pasal 150 (2B) Konstitusi Federal untuk memerangi ancaman epidemi Covid-19 di negara tersebut.
 
Meski tidak ada status darurat, kata Ahmad Fadil, Raja Malaysia mengingatkan para politisi untuk segera menghentikan semua politik yang bisa mengganggu stabilitas pemerintahan negara.
 
"Sultan juga berpendapat bahwa anggota parlemen tidak perlu melanjutkan tindakan tidak bertanggung jawab yang dapat mengganggu stabilitas Pemerintah yang ada," tegasnya.
 
Ahmad Fadil menambahkan, Agong juga menegaskan bahwa APBN 2021 yang akan diajukan pada sidang parlemen mendatang sangat penting bagi masyarakat untuk mengatasi wabah covid-19 dan memulihkan perekonomian negara.
 
“Oleh karena itu, alokasi dana sangat dibutuhkan oleh jajaran terdepan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Fadil menjelaskan bahwa Sultan Abdullah sangat prihatin dengan kecemasan seluruh masyarakat akibat lonjakan mendadak beberapa klaster baru dan kasus positif covid-19 setiap hari di seluruh tanah air.
 
Ia mengatakan, Sultan Abdullah yakin dengan semangat persatuan dan perjuangan yang tinggi seperti yang pernah ditunjukkan bersama, rakyat negeri ini dapat kembali melawan gelombang ketiga penularan covid-19.
 
“Yang Mulia menyerukan kepada semua warga negara -,terlepas dari latar belakang dan terutama ideologi politik,- untuk mengesampingkan semua perbedaan dan perselisihan untuk bersatu dan bersatu untuk memainkan peran masing-masing dalam membantu pemerintah dan pihak berwenang mengekang covid-19 demi keamanan pribadi. dan kesejahteraan negara yang kita cintai bersama,” tegas Ahmad Fadil.
 
"Sultan Abdullah juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak seluruh masyarakat bersama Yang Mulia berdoa agar wabah ini bisa diberantas secara efektif dan segera berakhir," pungkasnya.
 
(ADN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif