Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto. BPMI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto. BPMI

Menlu Retno: Target Vaksinasi WHO Harus Segera Dipenuhi

Internasional menlu retno lp marsudi WHO covid-19 Vaksinasi covid-19
Marcheilla Ariesta • 07 Desember 2021 07:26
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, perlu adanya kemitraan global untuk meningkatkan kapasitas negara berkembang dalam mengatasi pandemi. Menurutnya, kemitraan itu penting untuk mencapai target vaksinasi yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
WHO menetapkan target vaksinasi harus tercapai 40 persen populasi tiap negara per akhir 2021.
 
"Saat ini kesenjangan vaksinasi global masih lebar, di mana negara berpenghasilan rendah hanya menerima 0,6 persen dari seluruh vaksin yang ada," kata Retno dalam pertemuan USAID Virtual Closed-Door Ministerial Meeting, Senin, 6 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebanyak 96 negara masih belum memenuhi target WHO untuk mencapai 40 persen vaksinasi penduduknya pada akhir 2021, padahal waktunya tinggal beberapa minggu lagi," ucapnya.
 
Retno mengatakan, untuk jangka pendek fokus utama yang perlu menjadi perhatian yakni bagaimana semua negara meningkatkan kerja sama dalam memenuhi target WHO. Menurut dia, ada dua hal yang dapat dilakukan.
 
Pertama, percepatan akses global terhadap vaksin, termasuk berbagi dosis. Menurut dua, dosis yang diberikan harus memiliki masa kedaluwarsa yang panjang dan terdapat timeline distribusi yang jelas.
 
Saat ini, masih banyak yang belum mengetahui varian Omicron. Makanya, Retno mengimbau hendaknya kebijakan negara-negara ke depan tidak semakin mempersulit upaya mencapai kesetaraan vaksin.
 
Kedua, penguatan kapasitas penyerapan di negara penerima. Banyak negara yang tidak memiliki sumber daya dan infrastruktur yang memadai untuk mendistribusikan vaksin kepada penduduknya.
 
Retno menceritakan pengalaman Indonesia dalam mendistribusikan vaksin ke seluruh kepulauan yang ada di Tanah Air, yang tentu bukan hal mudah.
 
Sementara untuk jangka panjang, Retno menekankan pentingnya penguatan keterlibatan negara berkembang dalam rantai pasok vaksin global. Hal tersebut, kata Retno, dapat dilakukan dengan mendiversifikasi manufaktur vaksin global, membangun pusat produksi dan distribusi vaksin kawasan, serta memfasilitasi transfer teknologi, serta meningkatkan akses atas bahan mentah vaksin.
 
Pertemuan dihadiri sekitar 20 menteri dan 9 perwakilan organisasi internasional dari berbagai negara, termasuk di antaranya Direktur Jenderal WHO dan CEO GAVI, Presiden Bank Dunia, dan Direktur Jenderal UNICEF.
 
Pertemuan ini diselenggarakan Pemerintah AS sebagai tindak lanjut pertemuan Global COVID Summit yang dipimpin Presiden AS Joe Biden pada September 2021 dan Covid-19 Foreign Ministerial Meeting November lalu yang digagas oleh Menlu AS, Antony Blinken. 
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif