Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Pubik Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah. Foto: Dok.Kemenlu RI
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Pubik Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah. Foto: Dok.Kemenlu RI

Bali Democracy Forum Akan Terus Relevan di Tengah Pandemi

Internasional demokrasi bdf Teuku Faizasyah Bali Democracy Forum ke-14
Marcheilla Ariesta • 07 Desember 2021 07:10
Jakarta: Bali Democracy Forum akan kembali digelar. Tahun ini, kegiatan tahunan tersebut mengambil tema 'Democracy for Humanity: Advancing Economic and Social Justice during the Pandemic'.
 
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan, forum ini tentu saja sangat relevan dengan keadaan di tengah pandemi. Meski demikian Faizasyah mengatakan, memang banyak yang menyebutkan adanya kemunduran dalam demokrasi.
 
"Tapi, begitu kita masuk era pandemi, justru tantangannya semakin terasa karena prinsip-prinsip demokrasi menjadi lebih sulit diterapkan, seperti halnya berkumpul untuk menyampaikan pendapat," tutur Faizasyah dalam wawancara bersama Medcom.id, Senin, 6 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, pandemi menyebabkan demokrasi mengalami banyak tantangan. Karenanya, forum ini menjadi sangat relevan.
 
"Kita diingatkan kembali bahwa negara-negara yang memiliki sistem demokrasi, punya sebuah wadah luas untuk berbagi prisnip demokrasi yang dijalankan di tengah pandemi," lanjut dia.
 
Menurut Faizasyah, pandemi menjadi kesempatan negara-negara demokrasi mencari keseimbangan dalam mengatasinya. Namun, di sisi lain, BDF bisa menjadi tempat untuk ekspresi demokrasi.
 
"Tujuan forum ini adalah bisa berbagi pengalaman dalam mencari keseimbangan tersebut. Itu sebabnya BDF sangat relevan karena justru semakin banyak negara yang ingin berpartisipasi dalam forum ini," seru Faizasyah.
 
BDF ke-14 berbeda dengan tahun sebelumnya meskipun sama-sama digelar di tengah pandemi. Kalau tahun lalu melihat dampak pandemi terhadap demokrasi secara langsung, di tahun ini bahasannya lebih khusus.
 
"Apa yang diinginkan masyarakat untuk mengatasi tantangan dari pandemi, misalnya kemiskinan, inklusivitas, dan juga kesetaraan. Bagaimana sistem pemerintahan di negara tersebut mampu mengatasi pandemi seraya mengatasi tantangan yang ditimbulkan. Itu yang menjadi fokus kali ini," ujarnya.
 
Ia berharap, lewat BDF, negara-negara peserta bisa mengekspresikan demokrasi dan pendapat mereka, serta belajar dari pengalaman lainnya. Dengan demikian, tantangan yang dihadapi bisa dilalui terlebih di tengah pandemi.
 
"Kami berharap, BDF dapat mematahkan pemikiran bahwa ada kemunduran yang dialami demokrasi. Dan juga komitmen untuk membangun sistem yang lebih baik bisa terus dilakukan," pungkas Faizasyah.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif