Para pendukung monarki berkumpul di sekitar Istana Kerajaan Thailand di Bangkok. (AFP)
Para pendukung monarki berkumpul di sekitar Istana Kerajaan Thailand di Bangkok. (AFP)

Raja Thailand Puji Warga Pendukung Monarki

Internasional politik thailand thailand raja thailand
Willy Haryono • 25 Oktober 2020 09:20
Bangkok: Raja Thailand Maha Vajiralongkorn melakukan gestur tak biasa dengan memuji seorang pria pendukung monarki yang berada di tengah gelombang aksi unjuk rasa anti-pemerintah. Raja Vajiralongkorn berterima kasih kepada pria tersebut, yang memegang potret raja terdahulu.
 
Menurut sang raja, pria tersebut memperlihatkan keberanian luar biasa karena memperlihatkan dukungan kepada monarki di saat demo anti-pemerintah sedang berlangsung.
 
Sejumlah pengamat menilai gestur ini mungkin adalah dukungan langsung dari kerajaan kepada mereka yang bersedia keluar rumah dan mendukung monarki Thailand. Selama ini, monarki tidak pernah berkomentar mengenai aksi protes anti-pemerintah yang sudah berlangsung di Thailand dalam beberapa pekan terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun Raja Vajiralongkorn mengambil langkah tak terduga pada Jumat malam. Ia keluar dari sebuah kuil, menghabiskan waktu bersama sekelompok warga, dan berbicara dengan salah satu dari mereka.
 
Saat itu, ia mengucapkan terima kasih kepada seorang pria yang sudah bersedia memegang foto raja terdahulu -- ayah dari Vajiralongkorn -- saat demo anti-pemerintah di Thailand.
 
"Sangat berani, sangat berani, sangat bagus, terima kasih," kata Raja Vajiralongkorn dalam sebuah video yang menjadi viral di media sosial Thailand, dikutip dari laman BBC pada Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Posisi monarki berada di atas politik, dan selama ini tidak pernah berkomentar dalam isu dan konflik apapun. Namun intraksi singkat antara raja dan warganya ini telah memicu respons besar di Thailand.
 
Para pendukung monarki, termasuk pemimpin grup Thai Pakdee, Warong Dechgitvigrom, mengatakan bahwa gestur Vajiralongkorn mengilustrasikan kepedulian raja terhadap rakyatnya.
 
Namun kubu anti-pemerintah menilai komentar raja sebagai indikator jelas bahwa monarki menentang gerakan oposisi. Mereka pun membuat tagar #23OctEyesOpened di Twitter, yang kini telah di-retweet lebh dari satu juta kali.
 
Aksi protes anti-pemerintah di Thailand telah berlangsung selama lebih kurang tiga bulan, yang sebagian besarnya berlangsung damai. Pengunjuk rasa mendesak agar Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha segera mundur dari jabatannya.
 
Demonstran juga mendesak pemilihan umum baru, amandemen konstitusi Thailand, dan diakhirinya tindakan represif terhadap kritikus pemerintah.
 
Baca:Dekrit Darurat untuk Akhiri Protes di Thailand Dicabut
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif