Aksi unjuk rasa mengecam kematian George Floyd di Detroit, AS. (Foto: AFP)
Aksi unjuk rasa mengecam kematian George Floyd di Detroit, AS. (Foto: AFP)

Kemenlu Tegaskan Tak Ada WNI Terdampak Demo di AS

Internasional Kematian George Floyd
Marcheilla Ariesta • 03 Juni 2020 14:07
Jakarta: Demonstrasi di Amerika Serikat terus berlangsung dan semakin meluas. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan tak ada warga negara Indonesia yang terkena dampak dari gelombang protes terkait kematian George Floyd tersebut.
 
"Berdasarkan informasi terakhir yang kami terima dari perwakilan kita di Amerika Serikat, hingga saat ini tidak ada WNI terdampak dari demonstrasi di AS," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, dalam jumpa pers virtual, Rabu 3 Juni 2020.
 
Dia menuturkan saat ini demonstrasi mengecam kematian Floyd terjadi di lebih dari 140 kota di seantero AS. Hingga saat ini, imbuh Judha, jumlah WNI yang menetap di AS mencapai 142.141 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data tersebut berdasarkan laporan dari enam perwakilan RI di AS, yakni KBRI Washington DC, KJRI San Francisco, KJRI Los Angele, KJRI Chicago, KJRI New York, dan KJRI Houston. Jumlah tersebut merupakan WNI yang melakukan lapor diri ke perwakilan.
 
"Seluruh perwakilan kita di AS telah memperluas komunikasi dengan berbagai macam komunitas masyarakat Indonesia yang ada di AS, termasuk melalui pertemuan secara online," tuturnya.
 
Menurutnya, hingga saat ini para WNI di Negeri Paman Sam dalam kondisi baik dan aman. "Termasuk akses ke jaringan kesehatan di AS," imbuh Judha.
 
I menambahkan, perwakilan RI terus mengimbau WNI untuk tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah setempat dan selalu memantau komunikasi dengan seluruh perwakilan yang ada di sana.
 
Judha juga meminta WNI untuk menghubungi hotline perwakilan RI terdekat jika berada dalam keadaan darurat.
 
Demonstrasi di AS sudah berjalan sepekan. Protes terjadi Floyd tewas usai lehernya ditindih lutut seorang polisi bernama Derek Chauvin di Minneapolis pada Senin 25 Mei. Hasil autopsi menunjukkan Floyd tewas dibunuh, dan Chauvin telah dijerat pasal pembunuhan serta kelalaian berujung kematian.
 
Demo yang bermula di AS, kini menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Selandia Baru, Inggris, dan Prancis.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif