Militer Malaysia dikerahkan untuk pengawasan pembatasan pergerakan. Foto: AFP
Militer Malaysia dikerahkan untuk pengawasan pembatasan pergerakan. Foto: AFP

Malaysia Kerahkan Militer Perketat Kontrol Pergerakan Masyarakat

Internasional Virus Korona malaysia Coronavirus virus corona
Marcheilla Ariesta • 20 Maret 2020 14:09
Kuala Lumpur: Virus korona covid-19 menyebar semakin masif di Malaysia dan menginfeksi sebanyak 900 orang. Pembatasan pergerakan sudah dilakukan pemerintah, namun masih saja ada warga yang tidak mengindahkan kebijakan pemerintah tersebut.
 
Baca: Langgar Pembatasan Gerak, Warga Malaysia Terancam Dipenjara.
 
Mulai akhir pekan nanti, tepatnya Minggu 22 Maret 2020, Malaysia mengerahkan militer untuk membantu polisi dalam menegakkan perintah kontrol pergerakan masyarakat. Tujuannya tentu untuk mengekang penyebaran covid-19 tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketiga cabang militer, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, akan terlibat dalam upaya tersebut," kata kepala pasukan pertahanan Malaysia, dilansir dari Channel News Asia, Jumat 20 Maret 2020.
 
Perintah kontrol gerakan, yang berlaku 14 hari mulai Rabu kemarin, melibatkan penutupan semua tempat pemerintah dan swasta. Namun, usaha yang menyediakan layanan penting tetap dibuka.
 
Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob menuturkan pasukan militer dapat dimobilisasi jika masyarakat Malaysia tidak mematuhi perintah itu. Namun, imbuh dia, pemerintah masih sepenuhnya yakin polisi mampu menegakkannya.
 
Dalam konferensi pers, Ismail mengungkapkan polisi telah melaporkan peningkatan kepatuhan publik terhadap perintah tersebut. Meski demikian, dia menambahkan, banyak yang masih mengabaikan arahan pihak berwenang.
 
"Kami berharap orang-orang akan menunjukkan kepatuhan yang lebih baik terhadap perintah," imbuhnya.
 
Dia mendesak warga Malaysia tidak mempertanyakan otoritas polisi dan personel militer dalam menjaga keamanan negara.
 
Jumlah pasien terinfeksi korona di Malaysia mencapai 900 orang, dengan mayoritas berasal dari cluster jemaah tabligh di Masjid Jamek Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia. Dari jumlah tersebut, 12 merupakan warga negara Indonesia.
 
Kegiatan tabligh akbar tersebut digelar pada akhir bulan lalu dan menjadi potensi penyebaran virus korona. Sementara itu, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat virus covid-19.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif