Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi lakukan pertemuan Alliance for Multilateralism (AoM) secara virtual. Foto: Dok.Kemenlu RI
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi lakukan pertemuan Alliance for Multilateralism (AoM) secara virtual. Foto: Dok.Kemenlu RI

Indonesia Minta Dunia Internasional Tetap Dukung WHO

Internasional menlu retno lp marsudi WHO
Fajar Nugraha • 17 April 2020 13:05
Jakarta: Indonesia meminta seluruh negara mendukung kinerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menghadapi pandemi virus korona covid-19. Khususnya setelah WHO banyak menerima serangan bertubi-tubi.
 
“Di masa kritis menghadapi pandemi covid-19 ini, saya meminta seluruh negara untuk tetap mendukung WHO melalui sistem multilateralisme,“ tegas Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, ketika memberikan pernyataan pada Pertemuan Tingkat Menteri Kelompok Alliance for Multilateralism (AoM), 16 April 2020 melalui video conference.
 
Sebanyak 30 negara,-termasuk Indonesia,- mengikuti pertemuan virtual tingkat Menteri AoM yang diprakarsai oleh Jerman untuk membahas pandemi covid-19. AoM merupakan merupakan forum negara-negara yang bersifat lepasguna dibentuk untuk meningkatkan kerja sama untuk mengatasi berbagai permasalahan global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pertemuan AoM tersebut Menlu RI juga menyampaikan dua poin utama yang dapat dilakukan negara untuk merespon krisis kemanusiaan yang terjadi, serta memperkuat upaya kerja sama internasional selama masa pandemi berlangsung.
 
Pertama, dalam menghadapi pandemi covid-19 tidak ada opsi lain bagi masyarakat internasional selain memanfaatkan WHO sebagai wadah kerjasama bagi seluruh negara anggota PBB.
 
Kedua, Menlu Retno menegaskan pentingnya bagi masyarakat internasional untuk menjamin agar sistem multilateral dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat luas, yaitu persediaan alat medis yang esensial, alat protektif diri, obat dan vaksin.
 
“Untuk itu, sistem multilateral harus dapat bersifat lebih fleksibel terhadap isu terkait hak paten dan hak kekayaan intelektual dalam memproduksi alat medis, obat dan vaksin kepada negara ketiga" tutur Menlu Retno Marsudi, seperti dikutip Medcom.id dari situs resmi Kemlu.go.id, Jumat, 17 April 2020.
 
Selain itu, Menlu Retno juga menekankan bahwa sistem multilateral harus dapat memfasilitasi pergerakan dan alur barang agar dapat terus menopang perdagangan dan rantai pasokan global.
 
Pertemuan virtual ini menghasilkan deklarasi berjudul “We need strong global cooperation and solidarity to fight COVID-19" yang memuat berbagai elemen terkait tantangan kesehatan, ekonomi, finansial dan pencegahan pandemi covid-19. Termasuk dimensi disinformasi yang kerap kali meningkatkan risiko penyebaran penyakit dan berpotensi menghambat respon kesehatan global yang efektif dan efisien.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif