PM Kamboja Hun Sen. (AFP)
PM Kamboja Hun Sen. (AFP)

PM Kamboja: Junta Myanmar Berhak Hadiri Semua Pertemuan ASEAN

Internasional Myanmar asean Aung San Suu Kyi kamboja Min Aung Hlaing Kudeta Myanmar Junta Myanmar Hun Sen
Medcom • 06 Desember 2021 13:19
Phnom Penh: Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menegaskan bahwa junta Myanmar memiliki hak untuk menghadiri pertemuan-pertemuan ASEAN. Pernyataan disampaikan di saat PM Hun Sen berencana mengunjungi Myanmar untuk menemui pemimpin junta.
 
Posisi Myanmar sebagai salah satu anggota ASEAN terus menjadi sorotan sejak terjadinya kudeta militer pada 1 Februari. Junta Myanmar tidak diundang ke ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada Oktober lalu karena dinilai tidak responsif terhadap seruan negara-negara tetangganya.
 
Kamboja akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN berikutnya, dan PM Hun Sen telah memberikan sinyal bahwa dirinya akan mengundang semua anggota tanpa terkecuali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anggota-anggota ASEAN adalah keluarga. Mereka semua memiliki hak untuk menghadiri pertemuan," katanya, dilansir dari The Straits Times, Senin, 6 Desember 2021.
 
Menteri Luar Negeri yang ditunjuk junta Myanmar, U Wunna Maung Lwin, dijadwalkan mengunjungi Kamboja pada Selasa besok. Merespons rencana tersebut, PM Hun Sen pun  mengutarakan niatannya untuk segera mengunjungi Myanmar.
 
"Kemungkinan besar saya akan mengunjungi Naypyidaw untuk bertemu Jenderal Min Aung Hlaing. Jika saya tidak berkomunikasi dengan pimpinan, dengan siapa saya harus melakukannya?" tanya PM Hun Sen.
 
Mengacu pada salah satu konvensi ASEAN mengenai kebijakan tidak ikut campur dalam urusan internal masing-masing, PM Hun Sen menambahkan: "Di bawah piagam ASEAN, tidak ada satu pun anggota yang berhhak mengusir anggota lain."
 
Myanmar jatuh ke dalam krisis politik sejak militer Myanmamr menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi di awal Februari. Sejak saat itu, unjuk rasa menentang kudeta terus terjadi hampir setiap hari.
 
Bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan pun tak terhindarkan. Menurut data Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), korban tewas bentrokan sejak awal kudeta Myanmar hingga saat ini telah melampaui 1.300 orang. (Nadia Ayu Soraya)
 
Baca:  5 Orang Tewas Usai Pasukan Myanmar Tabrak Kelompok Pedemo di Yangon
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif