Menteri Koordinator Nasional untuk Imunisasi Malaysia, Khairy Jamaluddin. Foto: AFP
Menteri Koordinator Nasional untuk Imunisasi Malaysia, Khairy Jamaluddin. Foto: AFP

Menteri Malaysia Enggan Gunakan Istilah Herd Immunity

Internasional Virus Korona malaysia pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Marcheilla Ariesta • 18 Juni 2021 15:21
Kuala Lumpur: Menteri Koordinator Nasional untuk Imunisasi Malaysia, Khairy Jamaluddin mengatakan, negaranya harus berhati-hati ketika menggunakan istilah 'herd immunity' atau 'kekebalan kelompok'. Ia mengatakan, covid-19 kemungkinan akan tetap ada bahkan setelah sebagian besar populasi divaksinasi.
 
Menurut Khairy, vaksinasi bukan solusi yang dijamin untuk menghilangkan pandemi, tapi sebagai salah satu alat dalam tindakan yang dimiliki Negeri Jiran untuk memerangi covid-19.
 
Baca: Malaysia Pertimbangkan Campur Vaksin AstraZeneca dan Pfizer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sudah berhenti menggunakan istilah itu," kata Khairy dalam forum daring Jaringan Alumni Oxford & Cambridge Malaysia, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 18 Juni 2021.
 
"Beberapa pemimpin lain masih menggunakan istilah 'kekebalan kelompok'. Tapi saya menyarankan perdana menteri untuk berhati-hati dalam menggunakan istilah tersebut, karena pandangan saya sebagai menteri koordinator," imbuhnya.
 
Ia mengatakan, pandemi covid-19 masih ada setelah vaksinasi itu sangat mungkin. "Kita mungkin akan melihat covid-19 dalam bentuk yang tidak terlalu mengancam, tapi virus itu akan tetap bersama kami untuk beberapa waktu," imbuhnya.
 
Awal bulan ini, Menteri Kesehatan Adham Baba mengatakan, Malaysia telah memesan vaksin yang cukup untuk mencakup 109 persen populasinya yang memenuhi syarat untuk diinokulasi. Tujuannya untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap covid-19 pada Desember mendatang.
 
Berdasarkan statistik terbaru yang diterbitkan oleh Komite Khusus Penyediaan Vaksin Covid-19 Malaysia (JKJAV), sekitar 14,6 juta orang telah mendaftar untuk program imunisasi covid-19 nasional. Dari jumlah tersebut, lebih dari 3,8 juta telah divaksinasi lengkap.
 
Namun, angka tersebut masih jauh dari target Malaysia untuk mencapai kekebalan kelompok dengan memvaksinasi 80 persen populasinya.
 
Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan, wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya kemungkinan akan mencapai kekebalan kelompok pada Agustus dengan pembukaan lebih banyak pusat vaksinasi.
 
Khairy juga memperingatkan, meskipun penting bagi Malaysia untuk fokus pada vaksinasi, namun hal tersebut hanya satu alat dalam gudang tindakan yang diperlukan untuk menghalau virus.
 
Ia menjelaskan, penting bagi Negeri Jiran untuk berhati-hati dalam menghapus intervensi non-farmasi, seperti mengenakan masker dan memastikan jarak sosial di ruang publik.
 
"Saya pikir beberapa negara mungkin telah melakukan ini terlalu dini, terutama dengan varian B16172 yang jauh lebih menular daripada versi virus asli," serunya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif