Kedubes Inggris bersama Common Room mendukung Desa Bangkit dari pandemi covid-19. Foto: Kedubes Inggris
Kedubes Inggris bersama Common Room mendukung Desa Bangkit dari pandemi covid-19. Foto: Kedubes Inggris

‘Desa Bangkit, Nusa Bangkit’ Bantu Pemulihan Terkait Pandemi covid-19

Internasional pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional Pemulihan Covid-19 di Indonesia
Fajar Nugraha • 18 Oktober 2021 20:11
Jakarta: Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bersama Common Room Networks Foundation menggelar kembali Rural ICT Camp 2021. Acara ini akan diselenggarakan di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar pada 18-23 Oktober 2021, dan akan diisi dengan berbagai aktivitas.
 
Aktivitas itu menampilkan beragam narasumber dari pemerintah hingga masyarakat sipil, melalui webinar, workshop, forum berbagi pengalaman dan pengetahuan, pertunjukan seni budaya, serta peluncuran program Sekolah Internet Komunitas.
 
Rural ICT Camp merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan Digital Access Programme (DAP) Pemerintah Inggris bersama Common Room Networks Foundation untuk proyek Platform Jejaring Masyarakat Adat dan Tech Hub untuk Inovasi Desa dengan pendanaan senilai Rp3,7 miliar. Setelah Rural ICT Camp 2020 sukses diluncurkan oleh Menteri Desa Abdul Halim Iskandar, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) mengembangkan kerja sama Sekolah Internet Komunitas dari Common Room dengan mensinergikan program Desa Cerdas dari Kemendes PDTT.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan fondasi kuat dari pelaksanaan Rural ICT Camp tahun lalu, kami menggelar kembali acara ini dengan agenda yang lebih ambisius untuk mendukung visi Pemerintah Indonesia dalam menghubungkan akses digital lintas nusantara,” ujar Wakil Duta Besar untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn, Senin 18 Oktober 2021.
 
“Dengan bangga saya meluncurkan Rural ICT Camp 2021, kami berterima kasih atas kesempatan untuk berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Kementerian Komunikasi dan Informatika; Common Room Networks Foundation dan mitra lainnya. Pandemi covid-19 telah terbukti menyatukan komitmen kita untuk bergerak bersama membuka akses digital Indonesia, berlandaskan semangat ‘Desa Bangkit, Nusa Bangkit’,” tegasnya.
 
Dengan tema “Desa Bangkit, Nusa Bangkit”, Rural ICT Camp 2021 menjadi perluasan dari gerakan “Bali Bangkit” yang bertujuan untuk membantu pemulihan berbagai sektor, terkait dengan situasi pandemi covid-19. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi suluh bagi gerakan kebangkitan desa sebagai lokus inovasi berbasis lingkungan, budaya dan teknologi, yang didukung oleh kecakapan dalam memanfaatkan internet dan platform digital.
 
Tema “Desa Bangkit, Nusa Bangkit” fokus dalam meningkatkan reformasi kebijakan dan regulasi tata kelola internet pedesaan di Indonesia, pemajuan kebudayaan desa, pengembangan potensi dan pemberdayaan ekonomi desa, serta literasi digital untuk masyarakat daerah tertinggal. Peluncuran program Sekolah Internet Komunitas akan menguatkan peningkatan keterampilan literasi digital masyarakat adat dan desa di kampung adat berbagai daerah di Indonesia.
 
Penyediaan konektivitas internet dan pemanfaatannya merupakan kebutuhan dasar dengan tingkat urgensi yang tinggi di daerah pedesaan dan daerah terpencil di Indonesia. Selama wabah pandemi covid-19, kebutuhan pokok ini meningkat ke tingkat darurat karena hampir semua aktivitas warga membutuhkan akses internet.
 
“Rural ICT Camp 2021 merupakan salah satu langkah untuk menjawab tantangan kesenjangan digital sehingga masyarakat di pedesaan dapat bangkit dan tangguh, melalui inovasi dan akses digital yang inklusif,” ujar Co-Founder dan Direktur Common Room Networks Foundation, Gustaff Harriman Iskandar.
 
Rural ICT Camp 2021 akan digelar secara hybrid (daring-tatap muka). Kegiatan tatap muka akan mengacu pada protokol kesehatan pencegahan pandemi covid-19 di bawah pengawasan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Kegiatan daring akan melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia melalui proses pendaftaran terbuka.
 
Kepala Adat Kasepuhan Ciptagelar, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi, mengatakan, acara ini tidak hanya bermanfaat tidak hanya dikalangan masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar, tetapi seluruh masyarakat adat di Indonesia. Diharapkan pemanfaatan teknologi baru dapat diintegrasikan dengan kehidupan masyarakat adat, sehingga kita dapat memanfaatkan teknologi baru tersebut tanpa kehilangan budaya, tradisi adat dan identitas masyarakat setempat.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif