Warga Malaysia di Penang mengantre di warung kaki lima di tengah merebak kembali covid-19. Foto: AFP
Warga Malaysia di Penang mengantre di warung kaki lima di tengah merebak kembali covid-19. Foto: AFP

Gelombang Baru Covid-19, Malaysia Batasi Gerak di Tiga Kota Besar

Internasional Virus Korona malaysia covid-19
Fajar Nugraha • 13 Oktober 2020 09:01
Kuala Lumpur: Menyusul peningkatan pesat dalam jumlah kasus covid-19, pemerintah Malaysia mengumumkan pada Senin 12 Oktober 2020 bahwa Kuala Lumpur, Selangor dan Putrajaya akan ditempatkan di bawah Perintah Kontrol Gerakan Bersyarat (CMCO). Pembatasan yang diperketat akan diberlakukan mulai 14 Oktober hingga 27 Oktober.
 
Dalam konferensi pers, Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa pertemuan khusus dengan Dewan Keamanan Nasional (NSC) menemukan bahwa kasus di tiga tempat telah meningkat pada "tingkat yang mengkhawatirkan".
 
"Setelah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan dan mempertimbangkan peningkatan kasus dan penyebaran virus di daerah seperti Petaling, Klang dan Gombak, pembatasan gerak pun diputuskan,” ujar Ismail Sabri, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa 13 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Oleh karena itu untuk memutus rantai penularan, pertemuan khusus hari ini dengan NSC telah menyepakati bahwa CMCO akan diberlakukan di Kuala Lumpur, Selangor dan Putrajaya efektif pukul 12.01 pagi pada 14 Oktober hingga 27 Oktober,” ujarnya.
 
Menteri menjelaskan, kegiatan yang dilarang termasuk perjalanan antar kabupaten. Dia menambahkan bahwa mereka yang perlu melakukan perjalanan harus memiliki surat dari majikan atau surat izin kerja.
 
“Selain itu, hanya dua orang dari setiap rumah tangga yang diperbolehkan keluar rumah untuk mengambil kebutuhan,” jelas Ismail Sabri.
 
“Sekolah, tempat penitipan anak, taman umum dan pusat rekreasi akan ditutup, begitu juga kuil, masjid, dan tempat ibadah lainnya. Selain itu, pernikahan dan pertemuan sosial tidak akan diizinkan dan pub dan klub malam juga tidak dapat beroperasi," imbuhnya.
 
Namun, Ismail Sabri mengatakan bahwa sektor ekonomi akan dibiarkan terus beroperasi. Dia menambahkan bahwa versi SOP yang lebih rinci akan segera diperbarui.

Pembatasan gerak opsi terbaik


Menyusul pengumuman tersebut, Kepala Menteri Selangor Amirudin Shahri mengatakan dia akan menulis kepada NSC untuk mempertimbangkan kembali penegakannya, karena ada banyak daerah di negara bagian itu yang masih diklasifikasikan sebagai zona hijau.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif