Penangkapan anggota Abu Sayyaf di Filipina selatan. Foto: AFP.
Penangkapan anggota Abu Sayyaf di Filipina selatan. Foto: AFP.

Filipina Tangkap 9 Perempuan Terkait Rencana Peledakan Markas Militer

Internasional penggerebekan teroris teroris abu sayyaf filipina terorisme di filipina
Marcheilla Ariesta • 23 Februari 2021 20:51
Jolo: Sebanyak sembilan perempuan yang diduga merencanakan peledakan sasaran militer di Filipina selatan berhasil ditangkap. Militer juga menyita alat pembuatan bom selama penggerebekan pada Jumat pekan lalu.
 
Penangkapan dilakukan di beberapa rumah yang ada di pulau Jolo. Wilayah ini merupakan benteng kelompok Abu Sayyaf yang terkait dengan Islamic State (ISIS).
 
Sebagian besar perempuan itu adalah putri atau janda dari militan Abu Sayyaf yang terbunuh, dan termasuk beberapa 'calon pengebom bunuh diri' .

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah (gambaran) betapa putus asa para teroris yang tersisa. Mereka bersedia mengorbankan keluarga hanya untuk membalas pasukan pemerintah," kata Mayor Jenderal William Gonzales, dilansir dari AFP, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Baca juga: Filipina Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
 
Sementara itu, Letnan Satu Jerrica Manongdo mengatakan para perempuan itu telah dipantau memberikan dukungan keuangan atau logistik kepada kerabat mereka di Abu Sayyaf. Mereka diduga berencana menyerang tentara dengan alat peledak improvisasi.
 
Tiga dari perempuan tersebut adalah putri almarhum pemimpin Abu Sayyaf Hatib Hajan Sawadjaan, yang dituduh merencanakan serangan mematikan di Katedral Jolo pada 2019 yang menewaskan 21 orang.
 
Penangkapan mereka terjadi enam bulan setelah sepasang wanita pelaku bom bunuh diri, termasuk seorang warga negara Indonesia (WNI) yang meledakkan diri di Jolo, menewaskan 15 orang dan melukai 74 lainnya.
 
Insiden itu menjadi serangan paling mematikan tahun lalu di Filipina.
 
Abu Sayyaf masuk dalam daftar organisasi teroris Amerika Serikat. Mereka merupakan jaringan kelompok Islamis yang sering melakukan serangan teror terburuk di Filipina dan menculik turis, nelayan asing, serta misionaris Kristen.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif