Rusia menilai organisasi regional tersebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas Asia Pasifik, namun di waktu yang sama juga menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama tekanan yang datang dari luar kawasan.
Pandangan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, saat menjawab pertanyaan mengenai pentingnya ASEAN sebagai mitra dialog dan kerja sama di tengah dinamika politik global yang terus berkembang.
Menurut Zakharova, menjaga keseimbangan hubungan antarnegara dengan latar belakang, kepentingan, dan karakter yang berbeda bukanlah perkara mudah. Namun, tantangan tersebut merupakan hal yang wajar dalam hubungan internasional.
“Kadang-kadang dalam sebuah keluarga pun sulit menjaga keseimbangan hubungan. Bahkan konflik yang paling kuat sering terjadi di dalam keluarga karena orang-orang yang paling dekat satu sama lain saling mengetahui banyak hal tentang satu sama lain,” katanya di sela rangkaian acara SPIEF 2026, dikutip pada Selasa, 9 Juni 2026.
| Baca juga: AHY Dorong Kolaborasi ASEAN–EAEU Lewat Proyek Strategis RI |
ASEAN dinilai mampu menjaga keseimbangan kawasan
Zakharova menjelaskan bahwa negara-negara di Asia Tenggara selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan kepentingan nasional hingga persoalan sejarah yang masih membekas.Meski demikian, ASEAN juga dinilai mampu menyelesaikan berbagai persoalan melalui mekanisme regional dan dialog yang konstruktif.
“ASEAN telah menjadi mekanisme integrasi yang membantu negara-negara di kawasan menyelaraskan hubungan mereka, menyelesaikan banyak persoalan, meskipun tentu tidak semuanya, dengan tetap saling menghormati satu sama lain dalam proses tersebut,” tuturnya.
Tekanan dari luar kawasan ASEAN
Namun, Zakharova menilai ASEAN juga menghadapi tantangan yang berasal dari pihak eksternal. Menurutnya, ada sejumlah pihak yang berupaya memengaruhi hubungan antarnegara di kawasan sehingga berpotensi menciptakan ketegangan baru.“Kami melihat adanya blok-blok yang tidak melibatkan negara-negara kawasan itu sendiri, melainkan datang dari luar dan membawa agenda yang destruktif,” ujarnya.
Ia pun menyinggung Quadrilateral Security Dialogue (QUAD), forum kerja sama strategis yang melibatkan Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan India.
“Baru-baru ini ada pertemuan QUAD. Kelompok ini berasal dari luar kawasan. Ini bukan sesuatu yang alami bagi kawasan tersebut,” sebutnya.
Ia kemudian menilai keberadaan blok tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan pengambilan keputusan di kawasan.
“Kami melihat bahwa blok ini berusaha bersaing dengan ASEAN untuk menjadi pihak yang paling berpengaruh dalam keputusan negara-negara di kawasanm,"ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News