Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Pemuda, Perempuan dan Disabilitas Jalani Latihan Kapasitas Literasi Digital

Internasional indonesia-inggris penyandang disabilitas Literasi Digital
Fajar Nugraha • 18 Oktober 2021 21:03
Jakarta: Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bersama BerdayaBareng.com meluncurkan program pelatihan guna meningkatkan kapasitas pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas di bidang literasi digital dan kewirausahaan pada 18 Oktober 2021 di Rural ICT Camp 2021, Kasepuhan Ciptagelar. Program Pemberdayaan Pemuda, Perempuan, dan Penyandang Disabilitas (PwD) melalui Digital Access Programme merupakan proyek kerjasama antara Digital Access Programme (DAP).
 
Pemerintah Inggris bersama Berdaya Bareng dengan pendanaan senilai Rp1,9 miliar. Proyek ini bertujuan untuk memberdayakan 200 pemuda, perempuan dan penyandang disabilitas di tiga wilayah Makassar, Gowa, Maros di Sulawesi Selatan.
 
“Inggris tetap berkomitmen pada hak disabilitas dan inklusi global. Tinjauan Terintegrasi Inggris, kami menetapkan prioritas internasional, menegaskan kembali pekerjaan kami untuk melindungi hak asasi manusia dalam semua kegiatan diplomasi dan pembangunan kami,” ujar Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn, Senin 18 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Di Inggris, kami terlibat secara rutin dengan penyandang disabilitas untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka dipertimbangkan terutama selama masa pandemi covid-19 yang menantang. Kami terus memastikan bahwa penyandang disabilitas memiliki akses ke komunikasi, pelatihan digital, dan dukungan lainnya,” sebutnya.
 
“Saya senang untuk meluncurkan proyek ini hari ini dengan Berdaya Bareng yang akan mendukung kaum muda, perempuan, dan Penyandang Disabilitas untuk mengakses pekerjaan dan mengembangkan usaha kecil. Melalui kolaborasi kami dengan pemerintah Indonesia termasuk Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja, bersama-sama mendukung komunitas dan membantu meningkatkan kehidupan mereka menuju masa depan yang lebih baik untuk semua,” imbuh Fenn.
 
Proyek ini fokus mengembangkan literasi digital dan inklusivitas terhadap akses teknologi. Peningkatan inklusi digital kepada tiga kelompok sasaran akan menjadi dasar bagi ekosistem digital yang lebih berkembang, berketerampilan tinggi, dan membuka peluang bagi kewirausahaan.
 
Proyek pelatihan digital ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital serta menuntaskan isu gender dan kesenjangan sosial dengan memberikan kesempatan yang sama bagi pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas terhadap akses informasi digital. Selama program berlangsung, peserta akan dibekali keterampilan literasi digital dan bisnis melalui pembinaan yang berkesinambungan agar siap secara digital untuk membangun penghidupan yang lebih baik.
 
Ada dua tahapan kegiatan dalam proyek ini. Tahap pertama akan dimulai pada Juli 2021 hingga Desember 2021 dengan fokus pada kegiatan literasi digital. Tahap kedua akan dimulai pada Januari 2022 hingga Juli 2022 dengan fokus pada pelatihan digital dan kewirausahaan.
 
Pelatihan akan melibatkan beberapa pihak dengan melatih tujuh fasilitator yang akan memandu 200 peserta dengan ragam disabilitas seperti disabilitas daksa, tuli, dan netra. setiap modul pembelajaran akan memuat beragam referensi dari lebih dari 20 narasumber ahli.
 
Program ini bertujuan memberdayakan pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas yang akan dilaksanakan di tiga wilayah berbeda di Sulawesi Selatan; Makassar, Maros, dan Gowa. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan literasi digital para penerima manfaat baik dari segi pengetahuan maupun ketrampilan,” ucap pendiri BerdayaBareng.com Nicky Clara.
 
“Kami tentunya berharap program ini akan menciptakan ekosistem digital baru di Sulawesi Selatan, serta membuka jalan bagi masyarakat ekonomi digital inklusif yang selaras dengan visi Pemerintah Indonesia tahun 2045. Program ini akan menjadi program percontohan yang akan menciptakan kolaborasi pentahelix berkelanjutan guna mendukung terciptanya masyarakat cakap digital. Dalam pelaksanaan kegiatan, program ini tentunya akan dijalankan dengan menggunakan pendekatan SDGs (Sustainable Development Goals), imbuh Nicky.
 
Berdaya Bareng bekerjasama dengan mitra DAP, Common Room, meluncurkan program ini dalam rangkaian acara Rural ICT Camp 2021 secara daring. Peluncuran program ini akan melibatkan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia melalui proses pendaftaran terbuka.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif