Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan Lokakarya Webinar Internasional pada Jumat, 13 November 2020. (Kemenlu RI)
Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan Lokakarya Webinar Internasional pada Jumat, 13 November 2020. (Kemenlu RI)

RI Serukan Penguatan Kerja Sama Kelautan dan Perubahan Iklim

Internasional kemenlu perubahan iklim maritim dan kelautan
Willy Haryono • 15 November 2020 15:03
Bogor: Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan Lokakarya Webinar Internasional pada Jumat, 13 November. Lokakarya ini merupakan rangkaian dari Archipelagic and Island States (AIS) Forum tahun 2020.
 
Mengusung topik Keterkaitan antara laut dan iklim, lokakarya membahas berbagai upaya dalam mengatasi permasalahan kelautan dan perubahan iklim khususnya di masa dan pascapandemi covid-19.
 
Dirjen Multilateral Kemenlu Febrian Alphyanto Ruddyard mengingatkan bahwa pada setiap tahunnya, kerugian akibat perubahan iklim terhadap kehidupan perkotaan dan pesisir mencapai lebih dari USD1 triliun (setara Rp14 ribu triliun)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Upaya mengatasi dampak perubahan iklim harus terintegrasi dengan langkah pembangunan lainnya, seperti pengentasan kemiskinan dan kesenjangan infrastruktur di daerah-daerah," ujar Febrian, dalam keterangan yang dimuat di situs Kemenlu RI pada Sabtu, 14 November 2020.
 
Sementara Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ruandha Agung Sugardiman, menyampaikan bahwa berdasarkan Paris Agreement, ekosistem laut harus menjadi pertimbangan dalam mengatasi perubahan iklim.
 
Baca:  Sri Mulyani: Walau Ada Covid-19, RI Tetap Berkomitmen Tangani Perubahan Iklim
 
Dalam pertemuan, Indonesia juga menggarisbawahi perlunya implementasi Paris Agreement dan mendorong dukungan semua pihak untuk mengintegrasikan isu laut dan iklim dalam agenda pertemuan ke-26 Traktat PBB mengenai Perubahan Iklim (COP-26 UNFCCC), di Inggris tahun depan. 
 
Indonesia yang 60 persen wilayahnya terdiri atas lautan, telah melakukan langkah-langkah seperti peningkatan tata kelola sumber daya laut dan perbaikan infrastruktur maritim. Indonesia juga sudah melakukan sejumlah langkah terkait agenda kelautan, seperti restorasi terumbu karang dan hutan mangrove, peningkatan tata kelola sumber daya laut dan perbaikan infrastruktur maritim.
 
Lokakarya ini telah memperkuat komitmen pelestarian dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, melalui pendekatan kolaboratif yang terintegrasi untuk mendorong pengarusutamaan pengelolaan laut dalam penanganan perubahan iklim pada tataran bilateral, regional, global.
 
AIS Forum merupakan inisiatif Indonesia untuk membangun kerja sama antar negara-negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia dalam menjawab berbagai tantangan terkait isu kelautan. Hadir sebagai pembicara, Dubes Fiji dan Wakil Dubes Inggris, wakil dari Kemenlu RI, Kemenko Maritim dan Investasi, LIPI, LSM Rare, serta diikuti 237 partisipan secara virtual.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif