Seminar virtual mengenai pariwisata digelar Kemenlu RI dan UI pada Kamis, 29 Juli 2021. (Kemenlu RI)
Seminar virtual mengenai pariwisata digelar Kemenlu RI dan UI pada Kamis, 29 Juli 2021. (Kemenlu RI)

Pandemi Sebagai Titik Balik Industri Pariwisata Berkesinambungan

Internasional Pariwisata kemenlu Sandiaga Uno Mahendra Siregar pandemi covid-19
Willy Haryono • 31 Juli 2021 09:19
Jakarta: Kementerian Luar Negeri bersama Universitas Indonesia menggelar seminar virtual bertajuk "Pariwisata Indonesia Pasca Pandemi & Proyeksi Pemulihan Pasar dan Kerja Sama dengan Kawasan Amerika: Perlunya Intensifikasi Konsolidasi Nasional" pada Kamis, 29 Juli. Seminar menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S. Uno serta Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar sebagai pembicara utama.
 
Menparekraf menekankan bahwa pandemi menjadi titik balik bagi industri pariwisata Indonesia menuju ke arah berkesinambungan. Ia mencontohkan penerapan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) pada industri pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu strategi dalam mempersiapkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca pandemi.
 
"Saya mengapresiasi kerja sama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung percepatan pemulihan sektor pariwisata, seperti yang dilakukan Kemlu dan UI," ujar Sandiaga, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu, 31 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Wamenlu menyatakan bahwa pemulihan sektor pariwisata tidak hanya akan menjadi penunjang perekonomian negara, namun juga menjadi urat nadi penghidupan masyarakat lokal.
 
"Untuk menjawab tantangan besar saat ini, perlu langkah terobosan, inovasi, dan gagasan untuk menjaga moral, semangat, dan daya tahan seluruh komponen bangsa, khususnya daerah yang tergantung sektor pariwisata: It’s a matter of survival," ungkap Mahendra. 
 
Baca: Inovasi dan Terobosan Terbaru Cara Jaga Daya Tahan Pariwisata Indonesia
 
Seminar yang bertujuan untuk menyusun kajian dan rekomedasi kebijakan bagi pemulihan industri pariwisata ini menghadirkan narasumber dari Kemenko Marinves, Kemenlu, Kemenparekraf, UI, Dinas Pariwisata Bali serta beberapa Kepala Perwakilan di Kawasan Amerika.
 
Bahasan mengulas mengenai arti penting industri pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia (4,8% dari PDB dengan nilai devisa Rp 280 triliun), bagaimana pandemi menurunkan wisman dengan kerugian mencapai Rp 374 triliun, dan bagaimana menggali serta memanfaatkan potensi pasar wisatawan dari Kawasan Amerika.
 
Seminar dirangkaikan dengan peluncuran Nota Kesepahaman Bersama tentang Kerja sama Kemitraan Pelaksanaan Analisis dan Penyusunan Rekomendasi Strategi Kebijakan Luar Negeri antara Kemenlu dan Universitas Indonesia yang ditandatangani Kepala BPPK dan Rektor UI.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif