NEWSTICKER
Jubir pemerintah Myanmar U Zaw Htay. (Foto: AFP)
Jubir pemerintah Myanmar U Zaw Htay. (Foto: AFP)

Bebas Korona, Myanmar Sebut Tidak Punya Tradisi Salaman

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 15 Maret 2020 19:36
Naypyidaw: Pemerintah Myanmar menegaskan negaranya masih bebas dari virus korona covid-19. Myanmar juga membantah anggapan sejumlah pihak bahwa ada sejumlah kasus covid-19 yang tak terdeteksi di negara tersebut.
 
"Myanmar tidak memiliki budaya bersalaman, berpelukan, atau berciuman seperti di negara-negara (Barat)," ujar Direktur Jenderal dari Kementerian Kantor Konselor Negara Myanmar, U Zaw Htay, dalam sebuah konferensi pers.
 
Covid-19 disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai penyakit yang sangat mudah menular. Penularannya dapat terjadi dari manusia ke manusia melalui sentuhan fisik. Virus ini juga dapat dengan mudah melekat di tangan seseorang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak warga negara kami tidak memiliki kartu kredit. Seperti kalian tahu, kartu kredit itu mungkin sudah dipegang ratusan orang pada setiap harinya. Negara kami lebih senang menggunakan uang kertas," sambungnya, yang juga menjabat sebagai juru bicara pemerintahan Myanmar.
 
Dilansir dari Guardian, Minggu 15 Maret 2020, U Zaw Htay menegaskan bahwa pemerintahannya telah menerapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam mengantisipasi penyebaran covid-19. Myanmar telah meminta semua warga untuk menghindari acara perkumpulan dalam jumlah besar, menjaga kesehatan tubuh, dan tidak memborong kebutuhan pokok secara berlebihan.
 
Ia menambahkan, hukuman berat akan dijatuhkan kepada siapapun yang menyebarkan kabar bohong mengenai covid-19 di Myanmar.
 
Belum lama ini Myanmar telah membatalkan sejumlah festival yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. Sejumlah negara lain di Asia Tenggara juga telah membatalkan berbagai acara.
 
Virus korona covid-19 pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir Desember 2019. Covid-19 kini telah muncul di lebih dari 120 negara, dengan total kasus melampaui 156 ribu, 5.833 kematian, dan 73.968 pasien sembuh.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif