Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin. (AFP)
Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin. (AFP)

Berbeda dengan Indonesia dan Malaysia, Filipina Dukung AUKUS

Internasional Amerika Serikat laut china selatan Australia Tiongkok filipina AUKUS
Marcheilla Ariesta • 21 September 2021 16:24
Manila: Filipina mendukung kemitraan pertahanan baru antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia (AUKUS). Manila  berharap pakta tersebut dapat menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik.
 
Pandangan Filipina ini bertolak belakang dengan sejumlah negara tetangganya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
 
Melalui AUKUS, Australia akan mendapatkan teknologi pembuatan kapal selam bertenaga nuklir. Pakta ini dipandang sejumlah pihak sebagai upaya menentang pengaruh Tiongkok di kawasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peningkatan kemampuan sekutu luar negeri untuk memproyeksikan kekuatan harus mampu memulihkan dan menjaga keseimbangan, bukan mengacaukannya," kata Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin, dilansir dari Malay Mail, Selasa, 21 September 2021.
 
Pernyataan Locsin berbeda dengan sikap Indonesia dan Malaysia. Kedua negara tetangga Filipina ini menyampaikan kekhawatiran mengenai kapal selam bertenaga nuklir di tengah persaingan pengaruh Amerika Serikat dan Tiongkok di Asia Tenggara.
 
Baca:  Australia Akuisisi Kapal Selam Nuklir, RI Prihatinkan Perlombaan Senjata
 
Menurut Locsin, tanpa kehadiran senjata nuklir yang sebenarnya, langkah AUKUS tidak akan melanggar perjanjian tahun 1995 terkait non-proliferasi di kawasan Asia Tenggara.
 
Laut China Selatan terus menjadi sumber ketegangan antara AS dan Tiongkok. Washington bersama mitra-mitranya secara berkala melakukan operasi "kebebasan navigasi" yang hampir selalu direspons amarah oleh Beijing.
 
Tiongkok melihat "kebebasan navigasi" sebagai upaya campur tangan luar di Laut China Selatan, perairan sengketa yang diklaim hampir sepenuhnya oleh Negeri Tirai Bambu.
 
Periode pemulihan hubungan antara Tiongkok dan Filipina berakhir gagal tahun ini. Terlebih, setelah Tiongkok 'menginvasi' zona ekonomi eksklusif Filipina. Dukungan Filipina terhadap AUKUS dipandang sebagai bentuk kemarahannya terhadap Tiongkok.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif