Gelombang Kelompok Imigran Baru Bergerak Menuju AS
Pagar pembatas antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko untuk mencegah imigran masuk ke wilayah AS. (Foto: AFP).
San Salvador: Sekelompok imigran baru yang menuju Amerika Serikat telah berangkat dari El Salvador. Mereka mengikuti ribuan warga Amerika Tengah lainnya yang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan. Semuanya melakukan perjalanan serupa dalam beberapa pekan terakhir.
 
Kelompok lebih dari 300 orang Salvador meninggalkan ibu kota San Salvador pada Minggu. Kelompok yang lebih besar sebagian besar penduduk Honduras, diperkirakan berjumlah sedikitnya 3.500, meninggalkan negara itu pada pertengahan Oktober dan sekarang berada di Meksiko selatan. Rombongan itu telah menjadi isu penting dalam pemilihan paruh waktu AS.
 
Kelompok ketiga sudah bergerak melalui Guatemala, pada satu titik berjumlah lebih dari 1.000 orang sebelum mulai berpencar. Ratusan orang menerobos gerbang perbatasan Guatemala di Tecun Umanand pada Minggu sore berada di jembatan menuju Meksiko.
 
Para imigran mengaku bergabung dengan kelompok besar yang menawarkan perlindungan dari polisi dan bandit.
 
Presiden AS Donald Trump dan mitranya asal Partai Republik sudah berupaya menjadikan imigrasi sebagai masalah besar menjelang pemilihan 6 November, di mana partai tersebut berjuang supaya tetap mengendalikan Kongres.
 
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen berkata pada Fox News Sunday, Trump bertekad menggunakan setiap otoritas yang dia miliki demi menghentikan imigran menyeberangi perbatasan secara ilegal.
 
"Saya pikir apa yang presiden jelaskan adalah setiap tindakan yang memungkinkan, otoritas, program eksekutif tersedia untuk dipertimbangkan, demi memastikan bahwa jelas bahwa ada cara yang benar dan legal untuk datang ke negara ini dan cara lain tidak akan ditoleransi," katanya, seperti dikutip dari Guardian, Senin 29 Oktober 2018.
 
Statistik dari Badan Pabean dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS menunjukkan bahwa penyeberangan perbatasan ilegal telah menurun secara signifikan dari rekor tertinggi pada tahun-tahun awal abad ini.
 
Tahun lalu, 396.579 orang tidak berdokumen ditangkap setelah memasuki AS secara ilegal. Pada tahun 2000, lebih dari 1,6 juta penyeberang perbatasan ilegal ditangkap.
 
Trump mengancam menutup perbatasan dengan Meksiko. Pekan lalu, dia mengatakan akan mengirim pasukan. Pada Jumat, Menteri Pertahanan Jim Mattis mengizinkan penggunaan pasukan dan sumber daya militer lainnya di perbatasan AS-Meksiko.
 
Banyak imigran saat ini di Meksiko selatan mengaku berniat mengajukan suaka. Otoritas AS diwajibkan oleh hukum internasional dan domestik untuk mempertimbangkan semua aplikasi tersebut.
 
Pada Minggu sore, lusinan warga Salvador tiba di perbatasan Guatemala dan dokumen mereka diperiksa, setelah berjalan dan menumpang di pikap dan bus dari ibu kota.
 
Mereka diorganisir menggunakan jejaring sosial seperti Facebook dan WhatsApp selama beberapa pekan terakhir, terinspirasi oleh kelompok yang lebih besar di Meksiko. Polisi Salvador mengiringi kelompok itu, yang membawa ransel dan botol air serta melindungi diri dari terik matahari dengan topi.
 
Pemerintah sayap kiri El Salvador mengatakan, pihaknya bersolidaritas dengan para imigran dan menghormati hak mereka untuk pindah, tetapi mendesak agar tidak mempertaruhkan hidup mereka.
 
Di Meksiko, kelompok asli warga Honduras, yang kelelahan karena berjalan terus dalam cuaca panas terik, menghabiskan Minggu di kota Tapanatepec, Oaxaca. Mereka berencana menuju utara pada Senin.
 
"Ini jauh... yang paling jauh," kata warga Honduras, Bayron Baca, 26, membuka sebuah peta yang diberikan oleh para sukarelawan Palang Merah.
 
Lusinan orang berenang di sungai terdekat buat menyegarkan diri sesudah menempuh jarak rata-rata 48 kilometer sehari.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id