Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Balita Imigran Ditemukan Tewas di Perbatasan AS

Internasional amerika serikat imigran gelap
Arpan Rahman • 26 Juni 2019 13:13
Rio Grande: Tayangan gambar mengerikan menunjukan ayah dan balita perempuan asal El Salvador, yang tenggelam ketika mencoba untuk sampai ke Amerika Serikat, telah dirilis. Foto-foto memperlihatkan posisi mereka telungkup di Sungai Rio Grande.
 
Ayah dan anak itu menjadi bagian dari serangkaian kematian baru-baru ini di perbatasan AS-Meksiko, ketika para migran menyerah pada kondisi berbahaya di sepanjang rute.
 
Balita perempuan itu terlihat memegangi ayahnya kala mereka berdua tampak telungkup di air dangkal, menunjukkan bahwa mereka tetap berdekatan selama saat-saat terakhir hidup mereka. Mereka diidentifikasi sebagai Oscar Alberto Martinez Ramirez dan putrinya yang berusia 23 bulan, Valeria.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut surat kabar lokal Meksiko Le Duc, Ramirez sudah berenang di sungai bersama putrinya dan kemudian meninggalkannya di AS untuk kembali menjemput istrinya. Namun Valeria panik dan berupaya menghubungi ayahnya, tetapi keduanya kemudian hanyut terbawa arus.
 
Dikutip dari Sky News, Rabu 26 Juni 2019, rentetan kematian migran muncul ketika kepala perlindungan perbatasan AS, atau ICE, mengundurkan diri.
 
Meskipun tidak pernah memberi alasan, John Sanders meninggalkan posnya pada Selasa. Dia katakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa masalah departemen berkaitan dengan kurangnya dana, dan dia minta kongres untuk mengeluarkan anggaran USD4,5 miliar untuk mengatasi apa yang disebut krisis perbatasan. RUU itu akan dipilih oleh senat pada Rabu.
 
Presiden Trump menegaskan dia tidak menghendaki pengunduran diri Sanders dan menambahkan bahwa tidak berpikir dia pernah bertemu dengan Sanders.
 
Sikap keras Trump soal imigrasi telah mendapat sorotan tajam baru-baru ini, karena kondisi di dalam fasilitas patroli perbatasan ditemukan buruk, makanan tidak memadai dan kurangnya perawatan medis.
 
Di sebuah pusat imigran di Clint, Texas, pengacara menemukan bahwa beberapa anak menderita flu, seorang anak berusia dua tahun tanpa popok sedang diawasi oleh dua anak lebih tua dan banyak yang di sana terpisah dari keluarga mereka.
 
Mereka juga melihat bahwa anak-anak mengenakan pakaian kotor, penuh urin dan feses, banyak dari pakaian mereka tidak dicuci sejak mereka memasuki fasilitas itu beberapa pekan lalu.
 
Pengacara juga melaporkan bahwa anak-anak "dikurung di sel-sel mengerikan di mana ada toilet terbuka di tengah ruangan". Setelah penemuan itu, seorang pejabat mengatakan bahwa hampir 300 anak telah dipindahkan dari fasilitas itu, tetapi staf sejak itu memindahkan sepertiga dari mereka kembali ke Clint.
 
Presiden Trump berkata "sangat prihatin" atas kondisi di perbatasan, tetapi mengklaim segalanya lebih baik daripada pemerintahan sebelumnya.
 
Menyinggung Trump, Michael Bochenek, pengacara untuk Human Rights Watch berkata: "Kita tidak boleh membiarkan kondisi penuh sesak bagi anak-anak yang tidak ditemani di Border Patrol ditahan di sel-sel seperti yang kita lihat di Clint."
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif