Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Trump Sebut Deportasi Massal Imigran Segera Dimulai

Internasional amerika serikat imigran gelap
Willy Haryono • 06 Juli 2019 15:06
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan deportasi massal imigran gelap akan dimulai "dalam waktu dekat. Rencana deportasi sempat ditunda bulan lalu setelah tanggalnya bocor ke media.
 
Trump, yang menjadikan isu imigran sebagai salah satu fokus kepresidenannya, sempat mengatakan bahwa deportasi akan dilakukan setelah tanggal 4 Juli.
 
"Akan segera dimulai. Tapi saya tidak mau menyebutnya penggerebekan. Kami hanya menyingkirkan orang-orang yang telah datang ke negara ini secara ilegal," kata Trump kepada awak media di Gedung Putih, dikutip dari laman Global News, Jumat 5 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bulan lalu, Agensi Penegakan Bea Cukai dan Imigrasi AS (ICE) mengatakan bahwa operasi ditargetkan kepada para imigran tak berdokumen. Deportasi bertujuan agar masyarakat di sejumlah negara Amerika Pusat tidak jadi datang ke AS.
 
ICE memprioritaskan penahanan dan deportasi imigran yang memiliki catatan kriminal. Namun ICE juga akan menangkap para imigran yang terbukti melanggar aturan keimigrasian AS.
 
Baca:Trump Tunda Rencana Deportasi Massal Imigran Gelap
 
Sejumlah grup hak asasi imigran menentang rencana Trump, yang dinilai mengganggu kehidupan masyarakat dan juga perekonomian AS. Rencana deportasi akan membuat banyak pekerja di AS tidak masuk kerja atau bolos sekolah demi menghindari pengusiran.
 
"Kami selalu siap. Bukan hanya ketika Trump mengumumkan (rencana deportasi), tapi karena penangkapan ini terjadi setiap hari," kata Elsa Lopez dari grup Somos Un Pueblo Unido.
 
Ancaman deportasi dilakukan setelah penangkapan imigran gelap di perbatasan barat daya AS telah memasuki tahun ke-13. Jumlah imigran yang datang dari luar Amerika Pusat juga bertambah, termasuk asal India, Kuba dan beberapa negara Afrika.
 
Patroli Perbatasan Texas melaporkan pada Jumat kemarin bahwa pihaknya telah menangkap lebih dari 1.000 warga Haiti sejak 10 Juni.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif