Para pengusaha RI berfoto bersama Konjen RI Chicago Rosmalawati Chalid di IHHS, Chicago, 2-5 Maret 2019. (Foto: KJRI Chicago)
Para pengusaha RI berfoto bersama Konjen RI Chicago Rosmalawati Chalid di IHHS, Chicago, 2-5 Maret 2019. (Foto: KJRI Chicago)

Pengusaha Indonesia Raup Transaksi Jutaan Dolar di Chicago

Internasional indonesia-as
16 Maret 2019 11:36
Chicago: Dalam upaya meningkatkan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat serta memperluas akses pasar eksportir baru, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Chicago dan Konsulat Jenderal RI Chicago bekerja sama dengan enam eksportir Tanah Air, turut berpartisipasi dalam Pameran International Home + Housewares 2019 (IHHS 2019) di Mc Cormick Place, Chicago, AS, pada 2-5 Maret 2019.
 
IHHS adalah pameran terbesar untuk produk rumah tangga di AS dan kedua terbesar di dunia. Berbagai produk unggulan Indonesia untuk kebutuhan rumah tangga dipamerkan di Indonesian Pavilion yang menempati area utama dengan luas 900 square feet (83,61 m2). Dalam pameran tersebut, pengusaha Indonesia berhasil mencatat nilai USD1.808.080 (setara Rp25 miliar) yang berasal dari 56 transaksi.
 
"Ini adalah keikutsertaan ke-3 bagi Indonesia dalam pameran dimaksud, di mana Indonesian Pavilion merupakan booth terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia dalam pameran dagang di Chicago," kata Konsul Jenderal RI Chicago Rosmalawati Chalid, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Sabtu 16 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Enam perusahaan produsen alat–alat rumah tangga dari Indonesia yang berpartisipasi adalah PT. Indomop Multi Makmur, produsen alat kebersihan (cleaning utilities) dengan pabrik di Tangerang, Banten; PT. Presindo Central, produsen alat makan berbahan melamine dengan merk “Onyx” yang pabriknya berlokasi di Tangerang, Banten; CV. Procyro Adikarya, produsen alat – alat rumah tangga dan handicraft berbahan rotan sintetis, dengan lokasi pabrik di Sragen, dan Pacitan, Jawa Tengah; PT. Umbra Prasia, produsen alat – alat rumah tangga berbahan kaca (glassware) dengan lokasi pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur, PT. Trisinar Indopratama produsen alat rumah tangga berbahan plastik dengan merk “Technoplast” yang pabriknya berlokasi di Tangerang, Banten serta PT. Green Leaf Indonesia, juga produsen alat rumah tangga berbahan plastik dengan Pabrik berlokasi di Jakarta Utara.
 
"Dalam keikutsertaan kali ini, Indonesia ingin lebih memantapkan posisi di pasar produk rumah tangga AS. Kita bangga menampilkan Indonesian Pavilion terbesar pada tahun ini yang memamerkan produk rumah tangga unggulan Indonesia, juga sebagai platform untuk menunjukkan keunggulan kualitas yang dimiliki para industri produsen alat rumah tangga Indonesia untuk dapat mengambil market share yang lebih besar serta menjadi bagian dari supply chain dari industri AS," tutur Konsul Jenderal Chalid.
 
Pengusaha Indonesia Raup Transaksi Jutaan Dolar di Chicago
Pavilion Indonesia di IHHS. (Foto: KJRI Chicago)
 
"Pasar produk alat rumah tangga di AS merupakan pasar yang sangat besar dengan market size USD63 miliar (2018), yang meliputi ratusan jenis produk. Tahun ini, diperkirakan pasar tersebut akan tumbuh sekitar 12,7% menjadi USD73 miliar. Dari market size tersebut, 56 persen atau sekitar USD35 miliar dipenuhi melalui impor dari negara lain, yang membuat pasar produk tersebut sangat potensial untuk Indonesia”, Kepala ITPC Chicago Billy Anugerah menambahkan.
 
"Hingga saat ini, RRT masih mendominasi ekspor produk alat rumah tangga ke AS, dimana mereka menguasai 41 persen pangsa pasar, diikuti Meksiko, Jerman, Italia dan Kanada. Akan tetapi dengan imbas perang dagang antara AS dan RRT yang menyebabkan beberapa produk alat rumah tangga mengalami kenaikan tarif, di antaranya produk glassware, plasticware dan lainnya, dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk dapat mengambil pangsa pasar tersebut. Selain itu, industri produk alat rumah tangga merupakan salah satu Industri manufaktur padat karya menengah yang bernilai tambah, sehingga dapat bermanfaat untuk meningkatkan ekspor Indonesia yang lebih berdaya saing dan bernilai tambah," lanjut Billy.
 
Selama empat hari pameran, Indonesian Pavilion mendapatkan respons positif dan dikunjungi lebih dari 150 potential buyers yang berasal dari AS dan negara lainnya, antara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Meksiko, RRT, Taiwan, dan Brasil.
 
Selain memamerkan produk, Indonesian Pavilion juga mengadakan diskusi bisnis serta business matching dengan mengundang beberapa perusahaan besar AS yang bergerak di sektor Industri alat rumah tangga seperti Libbey (peritel alat rumah tangga terbesar ke-3 di AS), Baum, Pottery Barn dan lainnya, serta mengundang pula beberapa perwakilan kamar dagang di Chicago, antara lain seperti Taiwan Trade Office (TAITRA) dan Chicago Chamber of Commerce.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi